Padang – Tawuran antar pelajar kembali pecah di Kota Padang, Sumatera Barat, dan merenggut nyawa seorang siswa SMA. Wahyu Andri Pratama (18), siswa SMA Taman siswa Padang, tewas akibat luka berat saat terlibat tawuran.
Polresta Padang bergerak cepat dan menangkap lima orang terduga pelaku. Empat di antaranya diketahui berstatus putus sekolah.Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, menyayangkan insiden ini. Ia menegaskan kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.
“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi kita bersama,” ujar Yopi, Senin (15/9/2025).
Dinas Pendidikan, kata Yopi, telah berulang kali mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di luar jam sekolah. Tujuannya, mencegah keterlibatan dalam kegiatan negatif seperti tawuran.
Sekolah juga telah menyiapkan sanksi tegas bagi siswa yang terbukti terlibat tawuran. “Informasi dan edukasi sudah sering kita sampaikan,” imbuhnya.
Yopi menyoroti status putus sekolah para terduga pelaku.menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menekan angka putus sekolah di Kota Padang.
Kelima terduga pelaku yang ditangkap polisi adalah FH (14), pelajar SMP; GA (16), RI (15), AR (16), dan AB (16) yang tidak bersekolah. Mereka diduga terlibat dalam tawuran yang menewaskan Wahyu Andri Pratama.
Tawuran maut ini terjadi pada Sabtu dini hari di Simpang Ketaping, by Pass Kota Padang. Peristiwa ini melibatkan kelompok Mexicko dari Khatib Sulaiman dan Aia Pacah,melawan kelompok BST (Barat Selatan Timur).
Polisi mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari.Langkah ini diharapkan dapat mencegah tragedi serupa terulang kembali.











