Sijunjung – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali menegaskan dukungannya terhadap rencana pembangunan kampus Universitas Andalas di Kabupaten Sijunjung. Langkah itu disebut sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat menghadiri kegiatan Ngobrol Pemuda Inspiratif atau NGOPI di Rumah Belajar Candradimuka, Nagari Sungai Tambang, Kecamatan Kamang Baru, Sabtu malam (18/7/2026).Forum bertajuk “NGOPI menjadi Cangkir Inspirasi Pemuda” itu menjadi ruang dialogue antara pemerintah dan generasi muda untuk membahas berbagai isu pembangunan daerah. Dalam suasana interaktif, peserta menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pembangunan kampus Universitas Andalas di Sijunjung. Peserta menilai kehadiran kampus tersebut dapat memudahkan masyarakat, terutama di Kecamatan Kamang Baru dan wilayah sekitarnya, untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus pergi jauh.

Menanggapi usulan itu, Arry mengatakan Pemprov Sumbar telah berkomunikasi dengan Rektor Universitas Andalas. Ia menyebut respons pihak kampus terhadap gagasan tersebut cukup positif.

“Usulan pembangunan kampus Universitas Andalas di Kabupaten Sijunjung sudah kami komunikasikan dengan Rektor universitas Andalas. Alhamdulillah, usulan tersebut mendapat sambutan yang baik dan akan terus kita dorong sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujar Arry.

Ia menegaskan, perluasan akses pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai upaya yang membuka kesempatan belajar lebih luas bagi masyarakat.

di luar isu pendidikan, Arry juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mitigasi bencana. Menurut dia, pemuda perlu ikut membangun budaya sadar bencana melalui edukasi dan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.

“Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi. Selain meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, mereka juga perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” katanya.

Arry menilai NGOPI menjadi wadah efektif untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan anak muda. Melalui dialog terbuka, pemerintah bisa mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus menjelaskan arah kebijakan pembangunan daerah.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Generasi Pemuda Inspiratif atau GPI Kamang Baru yang menghadirkan ruang diskusi produktif bagi kalangan pemuda. Menurutnya, forum seperti itu perlu terus dijaga dan dikembangkan.

“Forum seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan. Pemuda adalah agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam kemajuan daerah. Pemerintah akan selalu membuka ruang dialog untuk mendengar aspirasi dan bersama-sama mencari solusi terbaik bagi pembangunan,” tutup Arry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *