Bukittinggi – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya peran organisasi alumni dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah. Ia menilai alumni bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan kekuatan sosial yang dapat memberi dampak langsung bagi pendidikan dan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri pengukuhan dan rapat kerja Pengurus Ikatan Alumni SMA Satu Landbouw (IASMA) Bukittinggi Wilayah Sumbar masa bakti 2026-2029 di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Churchil Febrion mengukuhkan Dr. Zefnihan, AP., M.Si sebagai Ketua IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Wilayah Sumbar beserta jajaran pengurus.

Pengukuhan itu merujuk pada Surat Keputusan IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Nomor 002/KEP.IASMA Satu/VI/2026 tentang susunan kepengurusan IASMA Satu Landbouw Wilayah Sumbar masa jabatan 2026-2029.

Mahyeldi menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjadikan IASMA sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan dan pembangunan di Sumatera Barat.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Wilayah Sumatera Barat yang baru dikukuhkan. Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian, mempererat ukhuwah antarsesama alumni, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, pergantian kepengurusan harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi alumni dalam menjawab tantangan pembangunan. Ia menilai organisasi alumni memiliki modal sosial, modal intelektual, dan jejaring yang bernilai tinggi bagi kemajuan daerah.

“Organisasi alumni bukan sekadar wadah silaturahmi.Organisasi alumni adalah modal sosial, modal intelektual, dan modal jejaring yang sangat berharga bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia menjelaskan,kontribusi alumni tidak selalu harus berupa bantuan materi. Membimbing adik kelas, menjadi mentor, membuka akses magang, berbagi pengalaman, hingga mendorong lahirnya wirausaha muda juga merupakan bentuk pengabdian yang berdampak besar bagi generasi penerus.

Mahyeldi juga menilai IASMA Satu Landbouw memiliki posisi penting karena lahir dari sekolah yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak sumber daya manusia di bidang pertanian. Potensi itu, katanya, bisa mendukung ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, kewirausahaan, serta pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Sumbar.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi memaparkan sejumlah program Pemprov Sumbar untuk meningkatkan mutu pendidikan. Program tersebut antara lain penguatan Budaya sekolah Aman dan Nyaman, pengembangan Sekolah Aman Bencana, perluasan akses pendidikan, serta program Guru Wali untuk mendampingi siswa dalam membangun karakter dan potensi.

Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan sekolah. Orang tua dan lingkungan juga harus terlibat.

“Pendidikan adalah gerakan bersama. Ketika pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, termasuk organisasi alumni, berjalan bersama, maka kualitas pendidikan akan meningkat secara berkelanjutan,” katanya.

Menghadapi transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial, Mahyeldi mengingatkan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu. Menurut dia, keberhasilan pendidikan tetap ditentukan oleh kualitas guru, kepemimpinan sekolah, dukungan keluarga, serta keteladanan para alumni.

Karena itu, ia mengajak seluruh alumni menjaga nama baik almamater dan menunjukkan kepedulian melalui karya, pengabdian, serta kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Sekolah yang hebat melahirkan alumni yang sukses. Namun alumni yang hebat adalah mereka yang tidak pernah melupakan sekolahnya dan selalu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tutup Mahyeldi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *