Jakarta – Pertamina akan membuka data impor Bahan Bakar Minyak (BBM) tambahan untuk SPBU swasta secara transparan. Langkah ini bertujuan menjaga harga BBM di masyarakat tetap stabil.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan komitmen transparansi ini.

“Kita akan open book supaya transparan, dan tentunya kita berharap agar supaya harga di masyarakat tidak ada kenaikan,” ujar Simon dalam keterangan resmi, Minggu (21/9/2025).

keterbukaan informasi mencakup kualitas, proses pengiriman, hingga harga BBM impor.

Pertamina juga membantah tudingan monopoli impor BBM untuk swasta. Impor yang dilakukan Pertamina hanya untuk BBM di luar kuota yang ditetapkan pemerintah.

“Tidak ada impor satu pintu oleh Pertamina,karena kebijakan importasi itu sesuai seperti sebelumnya adalah melalui badan usaha masing-masing,kecuali penambahan,” jelas Simon.

Swasta tetap dapat melakukan impor BBM dalam kuota yang telah ditetapkan. Bahkan, kuota impor BBM untuk swasta pada tahun 2025 lebih besar 10 persen dari tahun sebelumnya.

Simon memastikan swasta menerima base fuel atau BBM dengan kadar oktan murni tanpa zat aditif. Hal ini memungkinkan swasta mengolah lebih lanjut sesuai spesifikasi masing-masing.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan skema impor BBM tambahan melalui Pertamina bukan merupakan sistem satu pintu. Kebijakan ini diambil karena stok impor tambahan SPBU swasta menipis. Pengaturan diperlukan mengingat BBM menyangkut hajat hidup orang banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *