Agam – Pemerintah bergerak cepat menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan 750 hunian sementara (huntara) bagi korban terdampak.

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan, pembangunan huntara bertujuan menyediakan tempat tinggal sementara yang aman dan layak bagi warga. Pembangunan huntara akan dilakukan bertahap di enam kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Wilayah prioritas pembangunan huntara meliputi Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Agam. BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah mempercepat proses administrasi dan kesiapan teknis di lapangan.

Koordinasi lintas kementerian/lembaga juga dilakukan memastikan pembangunan huntara sesuai standar. Selain pembangunan huntara, pemerintah mengalokasikan dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp 29,27 miliar.

Dana DTH akan disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Setiap kepala keluarga (KK) yang memenuhi syarat akan menerima Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan.

Suharyanto menjelaskan, sebanyak 16.264 KK di 41 kabupaten/kota memilih menerima DTH daripada menempati huntara. "Pemerintah daerah terus mendata penerima tahap kedua. Yang sudah terdata, kita salurkan," tegas Suharyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *