Padang Pariaman – Kabupaten Padang Pariaman memperingati hari jadi ke-193 dengan semangat kebangkitan pascabencana banjir dan tanah longsor. Perayaan HUT menjadi momentum refleksi bagi daerah.

Rapat paripurna DPRD di Aula IKK Parit Malintang, Minggu (11/1), menandai puncak peringatan HUT.

Ketua DPRD Aprinaldi menegaskan, hari jadi bukan sekadar seremonial, melainkan identitas daerah dan kesempatan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bangkit Lebih Cepat Menuju Kabupaten Padang Pariaman Tangguh" diusung sebagai tema HUT ke-193, mencerminkan tekad bangkit dari dampak bencana.

Aprinaldi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang membantu penanganan bencana, termasuk TNI, Polri, relawan, LSM, DPRD, dan masyarakat.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menjelaskan, Kabupaten Padang Pariaman lahir berdasarkan UU No 12 tahun 1956.

Saat ini, wilayah Kabupaten Padang Pariaman meliputi 1.343,56 Km persegi, terbagi menjadi 17 kecamatan dan 103 nagari, dengan populasi sekitar 459 ribu jiwa.

Banjir dan tanah longsor menyebabkan kerugian signifikan di berbagai sektor, termasuk ekonomi, sosial, dan infrastruktur, ungkap John Kenedy Aziz.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah mengambil langkah cepat dengan membuka posko penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BNPB untuk pemulihan pascabencana.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun kembali Padang Pariaman pascabencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *