Jakarta – PT Sompo Insurance Indonesia memperkuat komitmen perlindungan kesehatan seiring proyeksi inflasi biaya medis di Indonesia yang melonjak hingga 15% pada 2026, melampaui rata-rata Asia Pasifik yang diperkirakan 14%. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas finansial konsumen dan keberlanjutan arus kas perusahaan dari risiko pengeluaran medis tak terduga.
Chief Health Officer Sompo Insurance, Dolly Ritonga, menyatakan kenaikan biaya layanan kesehatan mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi. "Masyarakat kini semakin cerdas dalam melihat risiko," ujar Dolly. Sompo Insurance hadir untuk memberikan proteksi finansial dan memastikan akses layanan kesehatan berkualitas.
Salah satu strategi utama Sompo adalah Sompo HealthCare+, produk yang dirancang fleksibel untuk berbagai skala bisnis, termasuk UMKM. Hingga akhir 2025, Sompo mencatat telah melindungi lebih dari 300 perusahaan dan UMKM di seluruh Indonesia.
Dolly menjelaskan Sompo HealthCare+ berperan sebagai mitra strategis bagi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Produk ini memberikan manfaat tambahan seperti pilihan rawat inap dengan fasilitas lebih luas, perlindungan komprehensif, dan efisiensi bisnis.
Sompo Insurance tetap optimistis terhadap pertumbuhan pasar asuransi kesehatan tahun ini, didukung oleh rekam jejaknya sebagai bagian dari grup asuransi global asal Jepang sejak 1975. Dengan jaringan layanan 24/7 dan ekosistem kemitraan yang luas, Sompo Insurance berkomitmen menjadi "benteng" bagi perencanaan kesehatan jangka panjang masyarakat Indonesia.










