Jakarta – Garuda Indonesia menegaskan komitmen kepatuhan terhadap regulasi dalam setiap operasional penerbangan kenegaraan. Maskapai nasional ini memastikan penggunaan satu armada untuk setiap agenda kenegaraan.
Penegasan ini disampaikan sebagai respons terhadap pemberitaan terkait penggunaan armada penerbangan kenegaraan. Sebagai national flag carrier, Garuda Indonesia memiliki mandat untuk melayani penerbangan kenegaraan, termasuk penerbangan VVIP dan misi khusus negara.
Armada yang digunakan adalah pesawat Boeing 777-300ER dengan konfigurasi triple class non-dedicated aircraft, registrasi PK-GIG, dan livery merah putih “Garuda Retro”.
Untuk menjaga kelancaran operasional, Garuda Indonesia menyiapkan satu pesawat cadangan dengan konfigurasi dan livery serupa, yaitu PK-GIF. Langkah ini diambil sebagai mitigasi jika terjadi kendala teknis atau kondisi operasional lainnya.
Sebelumnya, pada 18 Januari 2026, Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat PK-GIG pada rute Jakarta-London. Setibanya di London, pesawat tersebut menjalani penanganan teknis sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
Garuda Indonesia kemudian mengaktifkan contingency plan dengan mengoperasikan pesawat PK-GIF pada 20 Januari 2026 sebagai pesawat pengganti. Pesawat PK-GIG kembali ke Jakarta pada 22 Januari 2026 setelah dinyatakan laik terbang dan menjalani proses perawatan.
Manajemen Garuda Indonesia menegaskan bahwa pesawat cadangan tidak diterbangkan secara bersamaan. Di luar penerbangan kenegaraan, armada yang tersedia tetap dimanfaatkan untuk mendukung operasional penerbangan reguler dan kinerja komersial perusahaan.











