Medan – Bus Rapid Transit (BRT) listrik di Medan menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan Rp12 miliar sepanjang 2025. Capaian ini menandakan potensi besar pengembangan transportasi publik ramah lingkungan di Sumatera Utara.
Pemerintah Kota Medan berupaya memperluas layanan BRT listrik melalui pengembangan rute dan feeder. "Saat ini kami sedang mengembangkan rute dan feeder," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, dalam dialog yang digelar Kalista Group, Senin (9/3/2026).
Suriono menekankan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan sistem transportasi publik modern dan berkelanjutan. Selama 2025, BRT listrik melayani 2.755.637 penumpang dengan total jarak tempuh 3,9 juta kilometer, atau rata-rata 7.550 orang per hari.
Penggunaan bus listrik berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon hingga 28 persen dibandingkan transportasi publik konvensional. Saat ini, 55 dari 60 armada bus listrik beroperasi di lima koridor utama Kota Medan, dengan tarif Rp5.000 sekali tap.
Koridor tersebut meliputi Amplas – Pinangbaris (16 armada), J City – Plaza Medan Fair (7 armada), Belawan – Lapangan Merdeka (14 unit), Tuntungan – Lapangan Merdeka (10 armada), dan Tembung – Lapangan Merdeka (8 armada). Layanan bus listrik beroperasi mulai pukul 05.30 hingga 22.15 WIB.
Direktur Utama Kalista Group, Albert Aulia Ilyas, mengungkapkan bahwa pengoperasian bus listrik mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 1.510 ton, setara dengan menanam 75 ribu pohon jati.
PT Kalista Biru Nusantara (Kalista Group) meluncurkan 60 unit bus listrik pada November 2024 di Lapangan Merdeka Medan, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan dan Blue Bird sebagai operator. Setiap unit bus listrik merek Higer berukuran 10,5 meter ini mampu mengangkut 52 penumpang dengan jarak tempuh 265 kilometer untuk sekali pengisian daya cepat (1,5 jam).











