Solo – Bank Indonesia (BI) Solo menyiapkan dana sebesar Rp 4,59 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat Solo Raya selama Ramadan dan Idul Fitri. Dana tersebut disalurkan melalui layanan penukaran uang di berbagai lokasi strategis.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, menyatakan bahwa pihaknya telah menyelenggarakan layanan penukaran uang bersama di Benteng Vastenburg selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Maret 2026. "Kami menyediakan sekitar 3.000 paket penukaran uang yang dibuka mulai pukul 08.00 WIB," kata Dwiyanto, Selasa (10/3/2026).
Dalam kegiatan ini, BI Solo bekerja sama dengan sejumlah bank mitra, termasuk Bank Syariah Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, CIMB Niaga, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Jateng. Sebelumnya, BI Solo juga telah membuka layanan serupa di empat masjid di Kota Solo pada awal Ramadan.
Masyarakat dapat mendaftar penukaran uang baru melalui situs PINTAR. Jika kuota di sistem PINTAR sudah penuh, masyarakat tetap dapat memanfaatkan layanan penukaran melalui bank-bank yang telah bekerja sama.
Dwiyanto menilai bahwa sistem layanan penukaran uang tahun ini berjalan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya, yang sempat mengalami kendala teknis. "Tahun ini sistemnya jauh lebih baik. Masyarakat lebih mudah mendapatkan tiket penukaran melalui PINTAR dan sejauh ini antrean juga berjalan lancar," ujarnya.
BI memperkirakan kebutuhan uang tunai di wilayah Solo Raya tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada periode Ramadan dan Lebaran 2025, realisasi penyaluran uang layak edar di wilayah tersebut tercatat sekitar Rp 4,1 triliun.
Pantauan di Benteng Vastenburg menunjukkan antrean warga telah terlihat sejak pagi hari. Warga menukarkan uang pecahan besar menjadi pecahan kecil untuk memenuhi tradisi berbagi saat Lebaran. Area penukaran dilengkapi dengan tenda besar untuk memberikan kenyamanan bagi warga yang mengantre.
Firman, seorang warga Pucangsawit, mengaku rutin menukar uang baru setiap menjelang Lebaran. Uang pecahan baru tersebut rencananya akan dibagikan kepada keluarga dan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. "Untuk fitrah keponakan-keponakan dan anak-anak sekitar rumah," katanya.
Firman menambahkan, proses antrean berjalan relatif cepat meskipun jumlah warga yang datang cukup banyak. "Ya antre tapi tidak lama. Cuma karena cuacanya panas, terik," ujarnya.











