Padang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, menggelar rapat koordinasi Tim anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Selasa (14/4/2026).
Pertemuan ini fokus pada evaluasi pengelolaan dan realisasi dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026.
Total anggaran TKD tahun ini mencapai Rp371.851.350.000.dana tersebut disalurkan bertahap oleh pemerintah pusat.
Hingga kini, kas daerah telah menerima Rp217.226.709.000 dari dua termin penyaluran.
Sisa dana TKD yang belum disalurkan sekitar Rp154.624.641.000.
Selain itu, realisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai Rp900.000.000 telah disalurkan sepenuhnya.
Penggunaan dana TKD tahun 2026 diprioritaskan untuk penanggulangan dampak bencana, meliputi mitigasi pra-bencana, tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.
Wali Kota Fadly Amran menginstruksikan pengelolaan dana yang terukur, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Percepatan pemulihan kondisi daerah menjadi prioritas utama.
Anggaran diarahkan pada program prioritas yang menyentuh masyarakat, utamanya sektor infrastruktur vital dan percepatan pemulihan ekonomi.
Fadly juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan efektivitas anggaran untuk meminimalisir Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA).
Padang – Wali Kota Padang, fadly Amran, bersama Wakil wali Kota Maigus Nasir, menggelar rapat koordinasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Selasa (14/4/2026).
Pertemuan ini fokus pada evaluasi pengelolaan dan realisasi dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026.
Total anggaran TKD tahun ini mencapai Rp371.851.350.000. Dana tersebut disalurkan bertahap oleh pemerintah pusat.
Hingga kini, kas daerah telah menerima Rp217.226.709.000 dari dua termin penyaluran.
Sisa dana TKD yang belum disalurkan sekitar Rp154.624.641.000.
Selain itu, realisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai Rp900.000.000 telah disalurkan sepenuhnya.
Penggunaan dana TKD tahun 2026 diprioritaskan untuk penanggulangan dampak bencana, meliputi mitigasi pra-bencana, tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.
Wali Kota Fadly Amran menginstruksikan pengelolaan dana yang terukur, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Percepatan pemulihan kondisi daerah menjadi prioritas utama.
Anggaran diarahkan pada program prioritas yang menyentuh masyarakat, utamanya sektor infrastruktur vital dan percepatan pemulihan ekonomi.
Fadly juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan efektivitas anggaran untuk meminimalisir Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA).











