Padang – Pemerintah Kota‌ Padang menyiapkan anggaran sekitar Rp226 miliar untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, terutama pada jaringan irigasi yang⁢ rusak. pengerjaan fisik ‌permanen ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Juli 2026.

Pemulihan ini menjadi fokus utama agar pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah tidak‌ terganggu. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang menempatkan percepatan perbaikan sesuai arahan Wali Kota Padang,Fadly Amran.

kepala⁢ Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pemerintah ​ingin memastikan warga terdampak tidak lagi merasakan dampak bencana yang sebelumnya merusak sejumlah infrastruktur.

“Tujuannya supaya masyarakat terdampak tidak‍ merasakan lagi kondisi bencana sebelumnya, dan infrastruktur yang rusak⁣ bisa segera⁤ diperbaiki,” ujar Malvi Hendri, rabu (13/5/2026).

Secara teknis, terdapat 16 titik daerah irigasi yang masuk daftar prioritas pengerjaan permanen. Titik-titik itu ‌meliputi Bendung‍ Limau Manis, rekonstruksi Bendung‌ Beringin yang mencakup wilayah Lubuk Sarik, Beringin, dan Lubuk Hantu, serta Bendung D.I. Kapalo Hilalang,D.I. Sei Latung, dan D.I. Sei Guo.

Pekerjaan juga mencakup Bendung Rasak Bungo, Bendung koto Lalang, rekonstruksi Bendung Batu‍ Busuk di wilayah Sungkai I dan Pasa ‌Lalang, D.I.⁣ Lubuk Lagan, D.I. Guo Atas, D.I. ​Lubuk Minturun, D.I. Lubuk laweh, serta D.I. lolo dan D.I. Lolo 2.

Saat ini, Dinas PUPR‌ Kota Padang masih menyelesaikan tahapan perencanaan yang ditargetkan rampung pada akhir Mei.Setelah itu, proses pengadaan akan segera ‌dimulai agar kontrak kerja bisa ditandatangani pada minggu kedua Juli.

Sebelumnya, pemerintah ⁤sudah lebih dulu melakukan penanganan ‍sementara melalui skema Operasional dan Pemeliharaan (OP) supaya⁣ aliran air tetap berjalan. Malvi menyebut‌ pengerjaan permanen ditargetkan mulai⁢ berlangsung penuh pada pertengahan juli.

Selain irigasi, dana tersebut juga diarahkan ⁣untuk ⁣mempercepat pemulihan produktivitas masyarakat ⁤melalui perbaikan jalan, drainase, dan infrastruktur ⁤lain yang terdampak bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *