Padang – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (DPP-PKPS) menjadi momentum strategis untuk menyatukan kekuatan masyarakat Pesisir Selatan di ranah dan rantau dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Forum ini tidak hanya dipandang sebagai agenda organisasi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi untuk memperkuat kelembagaan, menata arah gerak, dan mempererat persaudaraan keluarga besar Pesisir Selatan di mana pun berada.

Dengan mengangkat tema “Integrasi Potensi Ranah-Rantau dalam Pembangunan Kabupaten Pesisir selatan,” Rakernas I menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan di kampung halaman atau semata pada perantau.

“Kemajuan hanya akan terwujud apabila kedua kekuatan tersebut dipersatukan dalam sebuah kolaborasi yang terencana, berkelanjutan, dan saling menguatkan,” demikian penegasan yang mengemuka dalam pandangan tersebut.

Masyarakat Pesisir Selatan disebut memiliki modal sosial yang besar. Di ranah, tersimpan kekayaan alam, budaya, adat istiadat, sumber daya manusia, dan potensi ekonomi lokal. sementara di rantau,tumbuh generasi yang berhasil menempati berbagai posisi strategis,mulai dari akademisi,birokrat,profesional,pengusaha,tokoh masyarakat,politisi,hingga pemimpin di beragam bidang.

Dua kekuatan itu dinilai tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu dipadukan menjadi kekuatan kolektif agar pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan berlangsung lebih cepat.Integrasi ranah dan rantau juga dipahami bukan sekadar hubungan emosional. Lebih dari itu, organisasi harus menjadi penghubung yang mampu mempertemukan gagasan, investasi, inovasi, pengalaman, jejaring profesional, dan semangat gotong royong dalam program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks itu, Rakernas I disebut sebagai forum strategis untuk memperkuat organisasi. Penguatan dilakukan melalui pembenahan tata kelola kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan struktur kepengurusan dari pusat hingga daerah, digitalisasi administrasi, serta penyusunan program kerja yang terukur dan berorientasi hasil.

Rakernas ini juga menjadi ajang konsolidasi seluruh keluarga besar Pesisir Selatan. Konsolidasi dimaknai sebagai upaya menyatukan hati, pikiran, dan langkah bersama, bukan hanya menyusun struktur organisasi.Forum itu juga menegaskan bahwa perbedaan nama organisasi di berbagai daerah tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan. Sejumlah daerah memiliki nomenklatur berbeda, seperti Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan, Ikatan Keluarga Pesisir Selatan, Himpunan/Forum Keluarga Pesisir Selatan, maupun bentuk lain yang berkembang sesuai kebutuhan setempat.

Perbedaan nama, menurut pandangan itu, tidak boleh menjadi penghalang persatuan. Yang lebih penting adalah kesamaan tujuan, semangat kebersamaan, dan komitmen untuk menjaga silaturahmi serta memberi kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Pesisir Selatan.

Menghormati keberagaman nomenklatur dipandang sebagai bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal sekaligus tanda kedewasaan berorganisasi.

Substansi organisasi dinilai jauh lebih penting daripada simbol atau nama. Karena itu, DPP-PKPS diharapkan menjadi rumah bersama yang terbuka bagi seluruh masyarakat Pesisir Selatan tanpa membedakan asal organisasi, latar belakang, profesi, maupun pilihan sosial.Semangat “Mengumpuakan Nan Taserak, Manjapuik Nan Tatingga” disebut sebagai roh gerakan organisasi.Filosofi itu bermakna menghimpun kembali potensi masyarakat Pesisir Selatan yang tersebar di berbagai daerah sekaligus merangkul mereka yang belum terlibat dalam organisasi.

Tidak boleh ada lagi sekat antargenerasi, antardaerah, maupun antarorganisasi. Semua disebut sebagai satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab moral terhadap kemajuan kampung halaman.

Rakernas I juga mempertegas arah program organisasi agar lebih fokus pada kegiatan yang berdampak langsung. Program disusun mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, investasi daerah, pengembangan pariwisata, pelestarian adat dan budaya, pelayanan sosial, penguatan jaringan usaha, transformasi digital organisasi, serta pembinaan generasi muda sebagai pemimpin masa depan.

Keberhasilan integrasi ranah dan rantau membutuhkan kemitraan yang kuat dengan Pemkab Pesisir Selatan.Karena itu, DPP-PKPS menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan gagasan, memberi masukan kebijakan, menggerakkan partisipasi masyarakat, menarik investasi, memperluas jaringan pembangunan, serta memperkuat promosi potensi daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat di kampung halaman, dan masyarakat perantauan disebut sebagai modal sosial yang sangat besar. Pemerintah memiliki kewenangan dan arah kebijakan, masyarakat ranah memiliki akar sosial dan budaya, sedangkan masyarakat rantau memiliki jejaring, pengalaman, kapasitas intelektual, dan akses terhadap peluang.

Jika ketiganya bersatu, pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan diyakini akan berjalan lebih cepat, lebih inklusif, dan lebih berkelanjutan.

Rakernas I juga menandai dorongan transformasi DPP-PKPS menjadi organisasi yang profesional,modern,adaptif,dan berorientasi pada pelayanan. Organisasi dituntut mengikuti perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi informasi, penguatan sistem administrasi digital, perluasan jejaring nasional dan internasional, serta pembangunan budaya organisasi yang transparan, akuntabel, dan kolaboratif.

Pada akhirnya, tema “Integrasi Potensi Ranah-Rantau dalam pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan” dipandang bukan sekadar slogan Rakernas. Tema itu menjadi komitmen bersama untuk menyatukan seluruh kekuatan masyarakat Pesisir Selatan dalam satu gerakan besar pembangunan.

Integrasi tersebut tidak hanya berarti menyatukan orang, tetapi juga menyatukan ide, pengalaman, jejaring, investasi, kepedulian, dan semangat gotong royong demi mewujudkan Kabupaten Pesisir selatan yang maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Organisasi yang besar, sebagaimana ditegaskan, bukan diukur dari nama yang digunakan, melainkan dari kemampuannya menyatukan potensi, menjaga persaudaraan, menghormati kearifan lokal, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

DPP-PKPS pun diharapkan terus meneguhkan diri sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat Pesisir Selatan.Rumah yang terbuka bagi siapa saja, tempat setiap orang merasa dihargai, didengar, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.Organisasi ini tidak boleh menjadi milik kelompok tertentu, melainkan ruang kebersamaan yang menyatukan seluruh potensi untuk berkarya dan mengabdi.

“Basamo Mangumpuakan Nan taserak. Basamo Manjapuik Nan Tatingga. Basamo Memperkokoh Persatuan. Basamo Maintegrasikan Potensi Ranah jo Rantau. Basamo Mambangun Kabupaten Pesisir Selatan. Basamo Mangabdi Untuak Bangsa jo Nagara.”

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.