Solok – Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Kabupaten Pesisir selatan menyepakati penguatan kerja sama pengendalian inflasi melalui skema Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan memanfaatkan komoditas unggulan masing-masing wilayah.
Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan Tim pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kedua daerah di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Rabu (20/6/2026). Pertemuan itu menitikberatkan peluang kolaborasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Dalam pembahasan tersebut, Kabupaten Solok disebut memiliki surplus produksi cabai merah dan bawang merah. Adapun Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi ikan laut dan sapi yang dinilai saling melengkapi kebutuhan antardaerah.
Kedua pemerintah daerah menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, sekaligus menekan gejolak harga komoditas pangan yang berpotensi memicu inflasi.
asisten II Setdakab Pesisir Selatan, Hadi Susilo, mengatakan kerja sama yang disusun secara terstruktur diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui kerja sama yang terstruktur, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat berupa harga yang lebih stabil dan pasokan kebutuhan pokok yang terjamin,” ujarnya.
Hadi menjelaskan, pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan siap menyiapkan draf Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Antar Daerah serta draf Perjanjian Kerja Sama (PKS). Penyusunan dokumen itu akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, pelaku usaha, kelompok tani, hingga pedagang besar sebagai mitra pelaksana.
Menurut dia, kedua daerah juga menyepakati kerja sama awal pada komoditas bawang merah dan cabai merah yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah.
“Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pangan antarwilayah dan meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian,” katanya.
Pembahasan lanjutan mengenai substansi MoU dan PKS akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.Agenda itu direncanakan berlangsung di Kabupaten Pesisir Selatan atau melalui rapat daring sesuai kesepakatan kedua pihak.
“Melalui kerja sama antardaerah ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan optimistis upaya pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif, sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi komoditas unggulan masing-masing wilayah,” ujar Hadi.
Pertemuan itu turut dihadiri Kepala dinas Pertanian, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala dinas Perdagangan dan perindustrian, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama, Kepala Bagian Perekonomian, serta Camat IV Nagari Bayang.











