Padang – Pemerintah Kota Padang menyerahkan sertifikat Stratifikasi Standar Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) kepada 13 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Balai Kota, Aie Pacah, senin (1/6/2026).
Penyerahan itu sekaligus menjadi penanda komitmen Pemko Padang dalam memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Pada kesempatan yang sama, pemerintah kota juga memberikan penghargaan kepada dua sekretariat UKS/M kecamatan yang dinilai paling aktif dari 11 kecamatan.
Pelaksana harian Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang, Zul Asfi Lubis, mengatakan pemberian sertifikat dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. ia berharap sekolah penerima dapat mempertahankan capaian tersebut.
“Alhamdulillah pada hari ini, bertepatan juga dengan Hari Lahirnya Pancasila, kita serahkan standar UKS kepada 13 sekolah di Kota Padang. Mudah-mudahan kita berharap sekolah yang 13 ini bisa mempertahankan standar UKS,” ujar Zul Asfi usai upacara.
Berdasarkan Keputusan Wali Kota Padang Nomor 863 tahun 2025, sekolah penerima predikat standar itu tersebar di beberapa jenjang pendidikan.
Pada tingkat TK/RA, sekolah yang menerima adalah RA Ikhlas di Padang Utara, TK Mariana di Padang Barat, dan TK Semen Padang di Lubuk Kilangan.
untuk tingkat SD/MI, sertifikat diberikan kepada SDN 26 Padang di Padang Barat, SDN 15 Padang Sarai di Koto Tangah, dan SDN 17 Kayu Aro di Bungus Teluk Kabung.di tingkat SMP/mts, penghargaan diraih SMPN 2 Padang di Padang Barat dan SMP Semen Padang di Lubuk Kilangan. Sementara pada tingkat SMA/SMK/MAK, sekolah penerima adalah SMK-SMAK Padang di Pauh, SMAN 12 Padang di Nanggalo, MAN 2 Padang di Padang Utara, SMAN 5 Padang di Kuranji, dan SMAN 9 Padang di Pauh.
Zul Asfi menyebut sekolah-sekolah tersebut merupakan hasil seleksi, pembinaan, dan peninjauan lapangan yang dilakukan secara berkala. Menurut dia, penilaian mencakup berbagai aspek penting di lingkungan sekolah.
“Standardisasi UKS ini sudah diadakan penilaian dan peninjauan ke lapangan. Mereka rata-rata adalah perwakilan yang kita seleksi, kita bina, dan kita lakukan beberapa kali peninjauan ke lokasi. Penilaian dimulai dari kebersihan lingkungannya, perhatian terhadap kesehatan di lingkungan sekolah, hingga ketertiban siswa, majelis guru, serta seluruh sivitas akademika,” jelasnya.
Ia menegaskan,penguatan UKS/M diharapkan mampu menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini kepada peserta didik.
“Kita berharap anak-anak yang diajar dan dilatih supaya tetap bersih, terbiasa cuci tangan, dan biasa berperilaku hidup bersih. Sehingga nanti saat mereka dewasa hingga usia lanjut, mereka tetap termotivasi dengan kebiasaan hidup bersih tersebut,” pungkasnya.











