Tanah Datar – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Studi magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial menggelar pelatihan pengabdian masyarakat di Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama lima bulan, dari Juli hingga Desember 2026, difokuskan pada pemulihan kawasan terdampak bencana galodo serta edukasi mitigasi bencana.Dipimpin oleh koordinator Lapangan Prof. Drs. Syamsir, M.Si., Ph.D., tim PKM FIS UNP bersama narasumber dan fasilitator seperti Prof.Aldri Frinaldi dan Dr. Asnil melakukan pendampingan langsung kepada warga setempat. Mereka didukung oleh lima mahasiswa serta tenaga lapangan dari komunitas lokal, termasuk pemuda Muhammad Zikri dan perangkat nagari Elfia Zikra.Pada awal Agustus lalu, tim bersama mahasiswa KKN dan masyarakat menanam 500 bibit pohon mahoni serta 200 bibit pohon kemiri di lereng bukit yang mengalami longsor akibat galodo tahun sebelumnya. Penanaman ini mendapat dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera barat sebagai bagian upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan terhadap bencana alam.
Prof. Syamsir menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga lingkungan agar hutan dan sumber air tetap terjaga dengan baik. “Kami berharap masyarakat menjadi lebih siap menghadapi ancaman bencana melalui edukasi dan aksi nyata,” ujarnya.
Selain fokus pada penanaman pohon pelindung untuk mencegah tanah longsor, warga juga menginginkan tanaman produktif yang dapat mendukung perekonomian mereka ke depan. Menanggapi hal tersebut, Dr. Asnil menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan bibit kemiri sesuai permintaan masyarakat dan berharap pemerintah daerah dapat membantu penyediaan bibit tanaman buah-buahan guna meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
kegiatan penyuluhan mitigasi bencana dilakukan secara interaktif di atas rumah gadang bersama masyarakat sehingga antusiasme peserta sangat tinggi terhadap program ini yang dinilai komunikatif dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara akademisi UNP, mahasiswa KKN, aparat nagari serta komunitas lokal Tanah Datar diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tangguh sekaligus memberdayakan ekonomi berbasis sumber daya alam setempat pasca-bencana galodo tahun lalu.










