Jakarta – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) disebut sedang mempertimbangkan dual listing atau pencatatan saham kedua di bursa Hong Kong untuk memperluas akses pendanaan, menurut laporan Bloomberg. Perusahaan produsen tembaga dan emas terbesar di Indonesia itu juga dikabarkan menjajaki penunjukan sejumlah bank untuk menangani rencana penawaran saham tersebut.

Rincian mengenai besaran dan waktu pencatatan saham potensial itu masih dalam pembahasan, sehingga belum ada keputusan final yang diumumkan ke publik.

Komisaris Utama Amman Mineral Agoes Projosasmito saat dimintai konfirmasi menyatakan perusahaan belum memiliki rencana ekspansi lanjutan. “Kami belum ada rencana apa-apa,” kata Agoes dikutip dari Katadata.co.id.

Jika terealisasi, langkah tersebut akan menempatkan AMMN mengikuti jejak PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang lebih dulu mencatatkan saham di Hong Kong Depositary Receipts (HKDR) pada Juni lalu.

Dalam aksi itu, EMAS melakukan dual listing melalui penjualan saham oleh pemegang saham senilai sekitar US$304 juta pada harga penawaran tertinggi.

Meski kinerja pasar saham Hong Kong sepanjang tahun ini masih tertinggal, bursa tersebut tetap menjadi tujuan utama penggalangan dana bagi banyak emiten kawasan. Nilai dana yang dihimpun dari penawaran saham di sana mencapai hampir US$35 miliar, termasuk pencatatan saham Luxshare Precision Industry Co., pemasok Apple Inc., senilai US$3,1 miliar.

AMMN sendiri mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2023. Perusahaan menerbitkan 6,32 miliar saham biasa atau setara 8,8% saham ke publik dengan harga penawaran Rp1.695 per saham, sehingga nilai initial public offering mencapai Rp10,73 triliun dan menjadi IPO terbesar di Indonesia pada tahun tersebut.

Penawaran umum perdana itu juga mencatat oversubscription, dengan permintaan investor pada porsi penjatahan terpusat mencapai 13,6 kali dari saham yang tersedia. Jumlah investor dalam penawaran itu lebih dari 27.000 orang, yang membuat alokasi pooling dinaikkan dari 2,5% menjadi 7,5% dari total saham yang ditawarkan.

Dalam proses IPO tersebut, penjamin pelaksana emisi efek adalah PT BNI Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *