Padang – Sebanyak 468 peserta didik baru mengikuti Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) MAN 2 Padang yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril, pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hall Umar bin Khattab itu digelar selama lima hari, 13-17 Juli 2026.
Pembukaan Matamuda ditandai dengan pengalungan kartu identitas atau ID Card kepada perwakilan peserta dan panitia. Agenda ini menjadi langkah awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan madrasah sebelum memulai masa belajar di MAN 2 Padang.
dalam sambutannya, Yasril mengucapkan selamat kepada para siswa yang berhasil lolos dan diterima di madrasah tersebut. Ia menyebut mereka sebagai peserta didik pilihan yang telah melalui proses seleksi.
“Selamat datang di MAN 2 Padang. Kalian adalah orang-orang pilihan yang berkesempatan menempuh pendidikan di madrasah ini,” kata Yasril.
Ia menegaskan, Matamuda bukan sekadar orientasi, tetapi juga ruang bagi siswa baru untuk mengenal guru, kakak kelas, dan sesama peserta didik. Karena itu, ia meminta mereka memanfaatkan momen tersebut untuk membangun komunikasi dan memperluas pergaulan.
“Kita harus saling mengenal satu sama lain. Selain teman, kenali juga guru dan kakak kelas. Jangan berteman dengan satu orang saja,tetapi bangun hubungan dengan semuanya,” ujarnya.
Yasril juga mengingatkan pentingnya akhlak bagi siswa madrasah. Menurut dia, kecerdasan intelektual harus berjalan seimbang dengan karakter dan perilaku yang baik.
ia turut meminta para siswa baru untuk bangga menjadi bagian dari madrasah dan tidak merasa rendah diri dibandingkan siswa dari sekolah lain.
“Jangan minder menjadi siswa madrasah. Kalian harus percaya diri menjadi siswa madrasah,” tegasnya.
Kepala MAN 2 Padang, Ahmad Asdi, menyebut 468 peserta didik baru yang diterima tahun ini merupakan siswa-siswa terpilih. ia memastikan seluruh guru siap mendampingi dan membimbing mereka dalam mengembangkan potensi akademik maupun karakter.
“Selamat datang di MAN 2 Padang. Ananda adalah orang-orang hebat dan kami siap membimbing ananda menjadi pribadi yang lebih hebat lagi,” kata Ahmad asdi.
Ia menambahkan, Matamuda menjadi momentum awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan madrasah sekaligus menanamkan sikap dan perilaku yang baik selama menempuh pendidikan.
Sementara itu, Ketua Komite MAN 2 Padang, syaifunir Husen, mengatakan pendidikan siswa membutuhkan kerja sama antara sekolah dan orang tua. Menurut dia, guru berperan membantu orang tua dalam membimbing dan mendidik anak.
Ia juga mendorong siswa baru untuk percaya diri sebagai anak madrasah dan mulai menetapkan cita-cita sejak dini.
“Anak-anak madrasah harus percaya diri. Pasang mimpi dan cita-cita dari sekarang,” kata Syaifunir.











