Jakarta – Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akan memulai tur Asia dengan tampil di Japan Open 2026 di Tokyo Metropolitan Gymnasium. Turnamen ini menjadi bagian dari persiapan mereka menuju rangkaian kompetisi besar berikutnya, termasuk China Open 2026 dan Kejuaraan Dunia 2026.
Setelah Japan Open, Raymond/Joaquin dijadwalkan melanjutkan agenda ke China Open sebelum tampil di Kejuaraan Dunia di India. Keduanya menegaskan fokus utama mereka adalah menjaga performa di setiap turnamen yang sudah menanti di depan.
Raymond mengatakan persiapan yang mereka jalani sejauh ini berjalan normal dan diisi latihan fisik. “Persiapan sejak Japan Open 2026 biasa saja. Ada latihan fisik,” kata Raymond.
Joaquin menilai turnamen level atas selalu menghadirkan tantangan besar karena diikuti pemain-pemain terbaik dunia. “Pastinya untuk turnamen tingkat atas tidak ada yang mudah, diikuti pemain top 10 dan jauh lebih berpengalaman. Evaluasinya sudah ada dari pelatih. Semoga hasil pada Japan Open ini bisa lebih baik dari turnamen sebelumnya,” ucap Joaquin.
Pada turnamen terakhir yang mereka ikuti, Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin finis sebagai runner-up. Hasil itu menjadi salah satu bahan evaluasi jelang tur Asia yang mereka jalani saat ini.
Pasangan ini juga termasuk dalam proyeksi PBSI untuk menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028. Namun, Joaquin menyebut program latihan mereka tidak mendapat perlakuan khusus karena masih berada dalam jalur persiapan jangka panjang.
“Menjelang persiapan tersebut tidak ada penanganan khusus. Latihan kami sama saja. Program sudah ada. Memang persiapan jangka panjang, tetapi ke depan masih ada pertandingan seperti ke China,” tutur Joaquin.
Ia menambahkan bahwa fokus mereka tetap terbagi antara target jangka panjang dan pertandingan terdekat. “Jadi, kami sambal menabung untuk Olimpiade, kami juga fokus pada turnamen yang ada di depan dulu. Yang membedakan, ada persiapan untuk ke Jepang dan China, ada juga yang ke Taiwan dan Korea beda programnya,” ujarnya.
Raymond mengatakan target pribadi mereka di level dunia adalah meraih medali. Ia menilai pengalaman di ajang junior memberi bekal, tetapi persaingan di sektor senior jauh lebih ketat.
“Habis itu kejuaraan dunia. Pastinya ingin medali karena bentuknya beda, segitiga. Saya tampil pada kejuaraan dunia saat masih junior. Sekarang ada kesempatan main di senior pastinya ingin menunjukkan kalau bisa podium,” kata Raymond.
Joaquin juga menegaskan ambisi serupa, tetapi memilih menempatkan fokus pada Japan Open dan China Open terlebih dahulu. Menurut dia, Kejuaraan Dunia memiliki nilai prestise yang lebih tinggi dan menuntut konsentrasi penuh saat waktunya tiba.
“Saya lebih fokus ke medali, tetapi lawan sama saja sepertti turnamen sebelumnya. Hal yang membedakan, negaranya beda, lapangannya beda, dan medalinya. Kejuaraan dunia lebih bergengsi lagi. Jadi nanti akan seru,” ucap Joaquin.
Keduanya juga menanggapi perubahan komposisi ganda putra Malaysia yang tengah menyiapkan diri untuk Los Angeles 2028. Raymond/Joaquin menilai pasangan baru tetap harus diwaspadai karena kualitas individu para pemainnya sudah dikenal.
“Negara lain bongkar pasang pemain pastinya sama-sama bagus. Walaupun kita belum tahu permainannya seperti apa, tetapi sudah ada gambaran dari pasangan sebelumnya. Pasti perlu diwaspadai juga,” kata Joaquin.
Raymond menambahkan bahwa faktor kebiasaan individu tetap membuat lawan-lawan baru berpotensi merepotkan. Ia menyebut chemistry antarpemain memang belum terlihat, tetapi kemampuan dasar mereka tetap harus diperhitungkan.
“Kalau terganggu tidak, sama seperti pemain sebelumnya, bedanya chemistry-nya mereka bagaimana yang kami belum tahu karena mereka baru berpasangan. Namun, dari kebiasaan individu sama semua,” ujar Raymond.
Salah satu pasangan yang menjadi perhatian mereka adalah Aaron Chia/Aaron Tai, yang sama-sama berada di jalur pengembangan Malaysia. Joaquin menyebut pertemuan dengan pasangan itu akan menarik untuk dinantikan.
“Kami belum pernah bertemu Aaron Tai. Tentunya akan menarik. Ditunggu ya Aaron Tai,” kata Joaquin sambil tersenyum.









