Padang – Sejumlah anak korban perusakan rumah doa GKSI Anugerah Padang di Padang Sarai telah menyelesaikan program pemulihan psikologis (trauma healing). Dinas Sosial Kota Padang melaksanakan program ini.

Dua anak masih terus mendapatkan pendampingan trauma healing dari tim psikolog dinas Sosial.

Kepala Dinas Sosial kota Padang, Heriza Syafani, mengungkapkan dua anak perempuan mengalami luka serius saat insiden terjadi.NM (13) mengalami memar di punggung akibat dugaan pukulan balok kayu,sementara OV (9) mengalami bengkak di kaki yang diduga akibat tendangan.

“Pendampingan dan trauma healing masih berlanjut untuk dua anak. anak-anak lain sudah selesai,” kata Heriza, Senin (11/8/2025).Pekan ini, trauma healing bagi dua anak tersebut dilaksanakan di depan rumah mereka di Padang Sarai.

Awalnya,Dinas Sosial mendata 30 anak untuk diberikan layanan trauma healing. Namun, dalam prosesnya, beberapa anak diketahui tidak berada di lokasi saat kejadian.

dinas Sosial Kota Padang memulai layanan trauma healing sejak Rabu, 30 Juli 2025, tiga hari setelah kejadian. layanan ini diberikan kepada anak-anak dengan rentang usia 5 hingga 10 tahun.

kondisi anak-anak saat ini membaik. Mereka sudah mampu berkomunikasi dan bersosialisasi selama sesi trauma healing yang dilakukan psikolog Dinas Sosial.

Heriza menambahkan, pendampingan psikologis akan diberikan sesuai kondisi masing-masing anak, mulai dari tiga hingga tujuh kali pertemuan.

Layanan ini diharapkan dapat memulihkan mental anak-anak dan mengembalikan mereka ke aktivitas semula.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sebelumnya meninjau langsung pelaksanaan trauma healing dan meminta pemerintah daerah memastikan pemulihan anak-anak. Gibran juga menyerahkan perlengkapan belajar seperti buku, alat tulis, dan pakaian kepada anak-anak korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *