Siak – Pertemuan antara Bupati Siak, Afni Zulkifli, dan manajemen PT Seraya Sumber Lestari (SSL) terkait konflik lahan menemui jalan buntu.
Bupati Afni bahkan mengancam akan mengusulkan pencabutan izin PT SSL ke Kementerian Kehutanan.
Pertemuan yang difasilitasi oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau, Muller Tampubolon, berlangsung di Pekanbaru, Sabtu (23/8/2025).
“Pertemuan yang awalnya untuk negosiasi damai kedua belah pihak hanya mampu bertahan sekitar 10 menit. Kami saling membentak,” ujar Afni dalam video yang beredar di media sosial.
Afni juga menilai perwakilan PT SSL tidak memiliki tata krama.Muller Tampubolon menjelaskan pertemuan itu bertujuan mencari solusi atas konflik lahan di PT SSL. “Pertemuan tersebut adalah inisiatif kita agar permasalahan konflik di PT SSL ada titik terang,” kata Muller.Dalam pertemuan itu, Bupati Siak sempat menawarkan lahan seluas 2.000 hektar untuk penambahan areal produksi PT SSL.
Namun, Afni juga meminta PT SSL menyetujui Restorasi of Justice (RJ) kepada para pelaku yang menjadi tersangka dalam kasus penyerangan dan pembakaran perkantoran PT SSL.
PT SSL menolak permintaan tersebut dan memilih menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Manajemen PT SSL menilai Bupati Siak tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi.
“Karena pembicaraan sudah tidak sejalan, dari pihak bupati menyatakan deadlock,” pungkas Muller.
Dalam video yang beredar,Bupati Siak juga meminta Menteri Kehutanan untuk meninjau ulang permohonan perluasan PT SSL dan mempertimbangkan pencabutan izin perusahaan tersebut.











