Agam – Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkolaborasi mengatasi potensi kemacetan saat arus mudik dan libur Idulfitri. Koordinasi intensif dilakukan untuk mematangkan strategi penguraian kepadatan lalu lintas.

Rapat koordinasi berlangsung di Balerong Rumah Dinas Bupati Agam, Sabtu (21/2), dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, dan Bupati Agam, Benni Warlis.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Agam, Rio Eka Putra, mengungkapkan skenario rekayasa lalu lintas dan alternatif jalan disiapkan untuk antisipasi lonjakan volume kendaraan.

"Secara konsep, kita sudah menyiapkan beberapa skema rekayasa lalu lintas serta alternatif jalan untuk mengurai kepadatan," jelas Rio.

Implementasi skema ini membutuhkan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian agar berjalan optimal.

Tantangan utama adalah kondisi infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana. Kerusakan jalan, seperti longsor dan jalan terban, dikhawatirkan memicu titik kemacetan baru.

Pemerintah Kabupaten Agam berharap dukungan pemerintah provinsi untuk mempercepat perbaikan jalan rusak sebelum arus mudik dimulai.

Mahyeldi mengakui Agam kerap mengalami kemacetan saat libur panjang dan Lebaran, karena posisinya sebagai jalur lintasan dan daerah tujuan wisata.

"Agam ini selain sebagai jalur perlintasan, juga menjadi destinasi favorit masyarakat," kata Mahyeldi.

Pemerintah provinsi berupaya agar akses jalan yang rusak segera ditangani, termasuk jalur Padang-Bukittinggi via Malalak yang diupayakan dapat dilewati kendaraan roda empat sebelum puncak arus mudik.

Pembukaan kembali jalur Malalak diharapkan berdampak signifikan terhadap kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan kepolisian diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk kelancaran arus mudik dan perayaan Lebaran tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *