Padang – Penggunaan media sosial berpotensi meningkatkan kesepian di era modern. algoritma yang mengatur emosi dan membentuk persepsi pengguna menjadi penyebab utama.
Abdullah Khusairi, Dosen Islamic Studies UIN Imam bonjol Padang, menyebut algoritma media sosial sebagai “cermin kusam” yang justru memperbesar rasa kesepian.”Kesepian digital adalah kesepian yang disamarkan oleh keramaian,” tegas Abdullah.
Ia menjelaskan, pengguna media sosial seolah memiliki ribuan teman, namun tidak ada satu pun yang benar-benar hadir dan mendengarkan.Algoritma mengatur lalu lintas emosi, menentukan apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan pengguna. Hal ini memberikan ilusi kepastian, padahal hanya memantulkan citra dunia yang dipilihkan oleh pengguna itu sendiri.
Abdullah mengkritisi fenomena ini dengan mengutip pemikiran sejumlah tokoh seperti Imam Al-Ghazali, Sir Muhammad Iqbal, Karl Marx, dan Max Weber.
Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan penggunaan media sosial dengan interaksi sosial yang nyata.
“Berhenti sejenak dari layar, menatap mata seseorang di hadapan kita, hadir dalam percakapan tanpa algoritma,” imbaunya.
abdullah menegaskan bahwa manusia lebih besar daripada sistem mana pun, dan percakapan yang ringkas lebih bernilai daripada ribuan scroll yang sunyi.











