Banyuwangi – Pelabuhan Ketapang mencatat lonjakan penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Lebih dari 283 ribu orang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk (Bali) dalam kurun waktu 15-27 Desember.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat kenaikan 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total 283.127 penumpang. Peningkatan juga terjadi pada jumlah kendaraan bermotor, mencapai 83.146 unit.
Senior General Manager Regional III PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Luthfi Adi Subarkah, optimistis layanan penyeberangan selama Nataru berjalan lancar. "Kami optimistis layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang selama Nataru dapat berjalan aman, tertib, dan terkendali," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/12/2025).
Pergerakan penumpang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk juga tinggi, dengan 302.181 orang dan 81.916 unit kendaraan telah menyeberang. Secara kumulatif, dari H-10 hingga H+2 Natal 2025, total kendaraan yang dilayani pada dua arah lintasan mencapai lebih dari 165 ribu unit, dan jumlah penumpang mencapai 585 ribu orang.
"Mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada momen libur akhir tahun," kata Luthfi.
ASDP menyiapkan 55 unit kapal dan 17 dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk antisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Selain itu, disiapkan pula buffer zone dan delaying system untuk mencegah kepadatan.
Pada kondisi puncak, kapasitas angkut dioptimalkan dengan mengoperasikan hingga 32 unit kapal. "Dengan dukungan dermaga alternatif Bulusan serta pola time based berthing (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan," jelas Luthfi.
ASDP mengimbau penumpang memesan tiket kapal feri melalui aplikasi Ferizy sebelum keberangkatan untuk memastikan kelancaran perjalanan dan menghindari antrean di pelabuhan.











