Lubuk Basung – Banjir kembali menerjang Pasa Maninjau, Kabupaten Agam, pada malam pergantian tahun, memaksa 255 warga mengungsi. Bupati Agam, Benni Warlis, telah meninjau langsung lokasi terdampak banjir.
"Saya sudah meninjau langsung lokasi terdampak," ujar Benni dalam wawancara daring. Ia menjelaskan bahwa kawasan Pasa Maninjau telah mengalami lima kali longsor sejak 25 Desember, dengan longsor terakhir terjadi sekitar pukul 00.00 WIB pada malam tahun baru.
Pemerintah Kabupaten Agam khawatir aliran banjir akan meluas ke permukiman warga. "Pagi tadi telah dilakukan pengerukan sungai. Namun, setelah pengerukan, aliran air justru beralih ke jalur lain. Hal ini dikhawatirkan dapat mengarah ke permukiman warga," jelas Benni.
Pemkab Agam mengimbau warga segera meninggalkan zona merah untuk menghindari risiko yang lebih besar dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan langkah konkret penanganan. Saat ini, upaya penanganan difokuskan pada pembersihan sedimentasi dan material longsor serta banjir.
Pemkab Agam juga meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera Barat melakukan penelitian di hulu aliran banjir untuk merumuskan solusi jangka panjang. Selain penanganan darurat, pemerintah daerah berencana membangun hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat.
"Dengan adanya hunian sementara, kita berharap masyarakat tidak perlu tinggal terlalu lama di lokasi pengungsian," pungkas Benni.










