Bengkulu – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyederhanakan alur pendaftaran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung mulai tahun 2026. Langkah ini bertujuan mempermudah akses peternak terhadap pakan ternak dengan harga terjangkau.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa pendaftaran akan dilakukan secara berjenjang, melibatkan koordinasi antara koperasi peternakan, dinas daerah, hingga kementerian terkait, sebelum Bulog menyalurkan jagung. "Proses pendaftaran dilakukan secara berjenjang melalui koordinasi antara koperasi peternakan, dinas daerah, hingga kementerian terkait, sebelum akhirnya disalurkan oleh Bulog," kata Ketut Astawa saat Rapat Koordinasi TPID Bengkulu, Senin (16/3/2026).

Terdapat tujuh langkah utama yang harus dilalui peternak untuk mengakses SPHP Jagung, mulai dari pendaftaran melalui koperasi atau asosiasi peternakan setempat, hingga validasi data oleh Bapanas dan penugasan resmi kepada Bulog untuk penyaluran. "Verifikasi dan validasi data dilakukan berkali-kali, agar penerima manfaat tidak salah sasaran," tegas Ketut Astawa.

Bulog akan menginstruksikan kantor cabang di daerah untuk mendistribusikan jagung kepada peternak melalui koperasi atau asosiasi terdaftar. Mekanisme penyaluran SPHP Jagung pada tahun 2026 mengalami perubahan dengan sasaran penerima diperluas, tidak hanya peternak ayam ras dan broiler, tetapi juga peternak babi mandiri.

Target penyaluran pun meningkat signifikan menjadi 242 ribu ton pada 2026, dari 52.400 ton pada 2025. Penyaluran akan menggunakan aplikasi Klik SPHP Jagung. "Sebagai bentuk upaya optimalisasi penyaluran SPHP Jagung 2026, kami menyediakan aplikasi Klik SPHP Jagung, melakukan perbaikan mutu dan kualitas Jagung Cadangan Jagung Pemerintah (CJP), serta melakukan peningkatan pengawasan penyaluran SPHP Jagung," jelasnya.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyambut baik penambahan target penerima SPHP jagung. Ia menilai program ini sangat membantu peternak di Bengkulu dalam mengatasi masalah ketersediaan pakan murah. "Program ini tentu saja sangat membantu peternak yang ada di Bengkulu terutama untuk mengatasi masalah ketersedian pakan murah," ungkap Mian. Selama ini, Bengkulu masih bergantung pada provinsi tetangga untuk memenuhi kebutuhan telur, daging ayam, dan pakan ternak, sehingga harga menjadi lebih mahal karena biaya pengiriman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *