Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyelesaikan pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) ke PT Bank Syariah Nasional (BSN) pada 22 Desember 2025. Aksi korporasi ini menjadikan Bank Syariah Nasional sebagai bank umum syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua di Indonesia.

BTN kini memegang 6,6 miliar lembar saham Bank Syariah Nasional, setara dengan 99,99% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan perseroan menjadi pemegang saham pengendali BSN. "Perseroan merupakan pemegang saham pengendali BSN," ujar Nixon dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/12/2025).

Pemisahan UUS BTN dilakukan melalui pengalihan hak dan kewajiban ke Bank Syariah Nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan restu terhadap aksi korporasi ini. Nixon menjelaskan, seluruh kegiatan usaha UUS pada BTN secara hukum dinyatakan berakhir setelah pemisahan ini efektif. Seluruh hak dan kewajiban UUS BTN secara otomatis beralih ke Bank Syariah Nasional.

Sebelumnya, pemegang saham BTN menyetujui spin-off UUS kepada PT Bank Syariah Nasional dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 November 2025. Penggabungan UUS BTN dan Bank Victoria Syariah diproyeksikan mendongkrak total aset Bank Syariah Nasional menembus angka Rp 71,3 triliun.

Nixon mengungkapkan, total nilai aset Unit Usaha Syariah BTN telah memenuhi batas yang diatur dalam Pasal 59 POJK 12/2023 sejak kuartal IV 2023. Berdasarkan laporan keuangan BTN tahun buku 2023 (audited), Unit Usaha Syariah BTN mencatatkan total aset sebesar Rp 54,3 triliun. "Oleh karena itu, perseroan selaku bank umum konvensional wajib melakukan pemisahan atau spin-off Unit Usaha Syariah," tegas Nixon.

Jaringan Unit Usaha Syariah BTN saat ini meliputi 35 Kantor Cabang Syariah (KCS), 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai daerah. Infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten dinilai membuat Unit Usaha Syariah BTN siap beroperasi secara mandiri. "Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan Unit Usaha Syariah BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh," pungkas Nixon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *