Padang – Dinas Pemuda dan olahraga (dispora) Sumatera Barat mendesak KONI Pusat segera menunjuk karateker Ketua KONI Sumbar. Dispora menilai dinamika internal KONI Sumbar menghambat perkembangan olahraga daerah.dispora Sumbar telah melayangkan surat resmi kepada Ketua Umum KONI pusat pada 28 Juli 2025. Kepala Dispora Sumbar,Maifrizon,menandatangani langsung surat tersebut.

Dispora menyoroti anggaran Rp1,8 miliar yang telah dicairkan pada Maret 2025 untuk program KONI Sumbar.Dana tersebut termasuk untuk Musyawarah Olahraga provinsi (Musorprov).

Namun, hingga masa jabatan kepengurusan berakhir Mei 2025, Musorprov tak kunjung terlaksana.

“Tidak mungkin ada dua kali pos anggaran untuk kegiatan yang sama,” tegas Maifrizon terkait permintaan tambahan anggaran.

Dispora juga mempertanyakan perpanjangan Surat Keputusan (SK) kepengurusan KONI Sumbar. Perpanjangan yang disepakati hanya satu bulan sebagai masa transisi, justru menjadi enam bulan.

Kebuntuan ini memicu aksi pengembokan kantor KONI Sumbar oleh Forum Pejuang Olahraga Sumbar.Aksi ini sebagai bentuk tekanan agar persoalan kepemimpinan segera diselesaikan.

“Kami sudah berulang kali mengajak Ketua KONI Sumbar duduk bersama, tapi tidak ada iktikad baik,” ujar Koordinator Forum, Arfan Rusyda.

Mantan pengurus KONI Sumbar, Reri Tanjung, menilai SK perpanjangan kepengurusan tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Ia mempertanyakan proses penerbitan SK tersebut.

Reri mendukung sikap tegas Dispora Sumbar yang menolak memperpanjang kepengurusan. “Ini langkah maju untuk menyelamatkan marwah olahraga Sumbar,” katanya.

Forum Pejuang Olahraga Sumbar menegaskan gerakan mereka semata-mata untuk kepentingan olahraga. “Kami hanya ingin menyelamatkan marwah olahraga Sumbar,” pungkas Septri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *