Bukittinggi – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menggantikan sistem zonasi yang sebelumnya menuai kritik. Kebijakan baru ini diharapkan mampu mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan.

namun,penerapan sistem zonasi sebelumnya justru menimbulkan masalah baru. Pemalsuan domisili dan intervensi oknum menjadi sorotan. Ombudsman mencatat setidaknya 12 masalah terkait zonasi.kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan perubahan nama PPDB menjadi SPMB melalui Peraturan Nomor 3 Tahun 2025. Sistem domisili akan menjadi dasar penerimaan, mengutamakan kedekatan jarak rumah siswa.

Staf ahli Kemendikdasmen,Biyanto,menyatakan sistem domisili bertujuan mencegah manipulasi data.

Meski demikian, sistem domisili menghadapi tantangan. Daya tampung sekolah terbatas dan pemerataan kualitas pendidikan menjadi perhatian utama.

Di Bukittinggi,ketidakpuasan terhadap sistem zonasi memicu protes. Pada 2023, warga menyegel SMAN 3 Bukittinggi karena puluhan calon siswa tidak diterima.Situasi serupa terjadi di SMAN 5 Bukittinggi pada hari pertama sekolah tahun 2025. Warga menggembok gerbang sekolah karena puluhan anak setempat tidak diterima.

masyarakat menuntut kejelasan akses pendidikan.Mereka berargumen bahwa tanah sekolah adalah tanah ulayat dengan prioritas warga lokal.Dinas Pendidikan Sumatera Barat akan memediasi masalah ini.

Insiden ini menggambarkan bagaimana sistem zonasi dan domisili dapat menciptakan ketegangan sosial. Janji pemerataan pendidikan terasa jauh dari harapan.Sistem zonasi dan domisili memicu kecurangan. Pemalsuan Kartu Keluarga dan praktik jual beli kursi menjadi masalah serius. Daya tampung sekolah negeri yang terbatas juga memperparah situasi.Pemerintah perlu mengevaluasi sistem domisili dan mengambil langkah strategis. Memperkuat jalur prestasi dan menerapkan sistem undangan dapat menjadi opsi.

Pemerataan kualitas sekolah di setiap wilayah juga penting. Tanpa pemerataan, istilah “sekolah favorit” akan tetap ada.

Solusi pendidikan yang adil harus dimulai dari akar masalah. Memastikan setiap sekolah memiliki kualitas yang sama baiknya adalah kunci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *