Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk menuntaskan investigasi menyeluruh terkait dugaan penurunan kualitas BBM jenis Pertalite di Sumatera Barat.

Langkah Pertamina yang melibatkan lembaga independen, Lemigas, untuk menguji sampel dari enam SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam dinilai sebagai langkah positif dalam merespons keresahan masyarakat.

“Kami menghargai sikap responsif Pertamina yang segera turun ke lapangan. Pelibatan pihak ketiga seperti Lemigas sangat krusial untuk memberikan kepastian teknis dan objektif kepada publik,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Meski mengapresiasi respons cepat tersebut, Rahmat menekankan agar pengawasan tidak hanya terbatas pada pemeriksaan sampel pasca-kejadian.

Ia meminta Pertamina menelusuri secara mendalam rantai penyaluran BBM guna menjawab keluhan konsumen serta rekaman visual mengenai dugaan kontaminasi yang sempat viral.

“Dukungan penuh kami berikan untuk pengujian laboratorium yang akurat. Namun, karena isu ini mencuat dari aduan masyarakat dan video keluhan yang beredar, penelusuran menyeluruh terhadap rantai penyaluran sebelumnya tetap menjadi kewajiban yang harus dituntaskan,” tegas Rahmat.

Menurut Rahmat, transparansi hasil evaluasi sangat penting untuk memulihkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas BBM bersubsidi.

Ia berharap Pertamina mampu menjaga konsistensi pengawasan di seluruh rantai pasok, mulai dari titik penerimaan hingga BBM keluar melalui nosel di SPBU.

“Prinsip utamanya adalah perlindungan konsumen dan jaminan kualitas layanan. Kami menunggu hasil resmi dari pihak terkait agar masyarakat merasa tenang dan nyaman saat menggunakan BBM,” pungkasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah melakukan sampling awal di sejumlah SPBU.

Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan kandungan air pada sampel Pertalite yang diperiksa, dengan nilai density yang masih berada dalam spesifikasi standar.

Sebagai langkah validasi akhir, sampel dari enam titik SPBU kini sedang menjalani pengujian lebih lanjut di Integrated Terminal Teluk Kabung serta laboratorium Lemigas ESDM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *