Meranti – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah korban kecelakaan laut dari perairan Selat Malaka dan Bengkalis pada hari Rabu (17/7/2026). Operasi evakuasi ini dilakukan dalam satu hari sebagai tindak lanjut dari dua laporan kehilangan yang berbeda.

Tim SAR terdiri dari Basarnas Unit Kepulauan Meranti, Kepolisian, BPBD, TNI, dan nelayan setempat. Korban pertama adalah Rapat (38), seorang ABK KM Makmur Jaya 89 asal Tanjung Balai Karimun, yang dilaporkan terjatuh ke laut di perairan Bengkalis. Jenazah kedua adalah seorang nelayan asal Malaysia yang dilaporkan hilang beberapa hari sebelumnya. Laporan ini diterima dari Maritim Malaysia.

Kepala Unit Basarnas Meranti, Prima, mengungkapkan bahwa gelombang tinggi hingga empat meter sempat menjadi kendala dalam proses evakuasi. "Saat itu gelombang cukup tinggi, berkisar 3 sampai 4 meter. Namun demi kemanusiaan, kami tetap menembus gelombang untuk melakukan evakuasi," ujarnya.

Jenazah nelayan Malaysia diserahkan kepada pihak Maritim Batu Pahat, Malaysia, di jalur pelayaran tanker. Saat perjalanan kembali, tim SAR menerima laporan penemuan jenazah kedua, sekitar lima mil laut dari lokasi pertama.

Dalam perjalanan membawa jenazah kedua, cuaca memburuk dan menyebabkan kapal RIB Basarnas kandas di Teluk Lancar, Bengkalis. Evakuasi jenazah ABK KM Makmur Jaya 89 dilakukan dengan bantuan nelayan setempat dan diserahkan ke Basarnas Tanjung Balai Karimun. Kapal Basarnas yang kandas berhasil dievakuasi setelah air pasang dan ditarik ke posko sementara di Desa Bandul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *