Bali – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dengan lebih dari 82 ribu penumpang tercatat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kelancaran operasional penerbangan selama periode libur panjang ini.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa kapasitas penerbangan tetap terjaga meskipun terjadi peningkatan tajam dalam permintaan perjalanan udara. "Kami pastikan layanan angkutan udara selama periode Nataru, termasuk dari dan ke Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai berjalan baik, aman, dan lancar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/12/2025).
Lonjakan permintaan ini mendorong maskapai untuk menambah penerbangan. Kemenhub mencatat penerbitan 285 izin terbang (flight approval) untuk penerbangan tambahan dari dan ke Bali pada 18-29 Desember 2025. Sebanyak 267 penerbangan tambahan telah terealisasi.
Rute Jakarta-Denpasar mencatat load factor atau tingkat keterisian penumpang rata-rata 94 persen. Keterisian kelas bisnis mencapai 83 persen, sementara kelas ekonomi 94 persen. Maskapai merealisasikan 71 penerbangan tambahan pada rute ini.
Lukman menambahkan, frekuensi penerbangan menuju Bali terjaga pada kisaran 32 hingga 45 penerbangan per hari. Kinerja operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai selama 18-28 Desember 2025 mencatat 467 pergerakan pesawat harian, naik 10,14 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Secara kumulatif, tercatat 4.787 penerbangan atau meningkat 2,93 persen. Pergerakan penumpang kumulatif mencapai 768.949 orang. On time performance kumulatif berada di angka 67,48 persen dengan load factor 74,05 persen.










