Solok – Banjir bandang yang melanda Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga dan pusat pemerintahan setempat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung lokasi bencana pada Senin malam (21/9) untuk memastikan penanganan berjalan efektif.
Mahyeldi menyatakan bahwa keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan logistik menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Ia juga mengungkapkan duka cita atas musibah tersebut dan menyampaikan kabar terkait dua orang yang sempat hilang; satu telah ditemukan sementara pencarian korban lainnya masih berlangsung.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat prihatin atas kejadian ini.Kami berharap korban yang belum ditemukan segera dapat diketemukan,” ujar Mahyeldi di lokasi bencana pada selasa (22/9).
Selain penanganan darurat bagi korban, gubernur meminta percepatan pendataan dan validasi kerusakan agar proses rehabilitasi rumah warga serta fasilitas pemerintahan bisa segera dilakukan. “melalui Sekda,data harus divalidasi dengan cepat supaya langkah perbaikan dapat langsung dijalankan,” tegasnya.
Banjir membawa material lumpur dari perbukitan sekitar sehingga merusak 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Solok secara berat. Dampak luas ini membuat Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari guna mempercepat koordinasi penanganan bencana.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menjelaskan bahwa pusat pemerintahan hampir lumpuh total akibat banjir bandang tersebut. “Setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami putuskan status tanggap darurat selama dua minggu ke depan,” katanya.
Selama masa tanggap darurat, rumah Dinas Wakil Bupati dialihfungsikan sebagai posko evakuasi sementara bagi warga kehilangan tempat tinggal. Pemerintah juga menyiagakan dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.
Upaya mitigasi lanjutan dilakukan dengan pengerukan sedimen sungai menggunakan alat berat dari Balai Wilayah Sungai bersama dinas terkait guna mencegah banjir susulan. Langkah ini penting mengingat BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi curah hujan tinggi di wilayah Solok.
Gubernur Mahyeldi menegaskan seluruh unsur pemerintah harus bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sepanjang masa tanggap darurat berlangsung.











