Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif dengan kenaikan 0,72 persen pada periode 16-20 Februari 2026. Posisi IHSG kini mencapai 8.271,767, naik dari sebelumnya 8.212,271.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 oleh PT Energi Mega Persada Tbk. Nilai pokok obligasi yang dicatatkan mencapai Rp 1.150.200.000.000.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengungkapkan bahwa PEFINDO memberikan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk obligasi ini, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.
Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2025 mencapai 20 emisi dari 13 emiten, senilai Rp 15,71 triliun. Secara keseluruhan, BEI mencatat 672 emisi obligasi dan sukuk dengan nilai nominal outstanding Rp 549,76 triliun dan US$ 134,010595 juta dari 133 emiten.
BEI juga mencatat 190 seri Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai nominal Rp 6.674,24 triliun dan US$ 352,10 juta, serta tujuh emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp 3,69 triliun.
Data perdagangan saham menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 11,99 persen menjadi 3,06 juta kali transaksi. Volume transaksi harian juga meningkat 3,87 persen menjadi 47 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian naik 3,02 persen menjadi Rp 23,89 triliun. Kapitalisasi pasar BEI meningkat 0,35 persen menjadi Rp 14.941 triliun.
Investor asing mencatatkan beli bersih Rp 240,57 miliar pada hari terakhir perdagangan. Namun, secara keseluruhan, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp 14,42 triliun sepanjang 2026.











