Jiangxi, Tiongkok – Pendidikan di sekolah memang penting untuk menambah pengetahuan dan kemampuan pemuda. Namun, yang lebih utama adalah bagaimana mereka memanfaatkan dan mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan nyata. Pernyataan ini disampaikan oleh Kevin Alwino, Sekretaris Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), saat menghadiri pertemuan internasional tokoh pemuda bertajuk Dialog between Youth Leaders and International Friendship Partners 2026 di Jiangxi, Selasa (22/9/2026).
Acara yang berlangsung sejak 21 hingga 25 September ini digelar oleh Jiangxi Provincial People’s Association for Friendship with Foreign Countries (JPPSFFC). Dalam kesempatan tersebut, Kevin juga menyoroti pentingnya generasi muda meningkatkan keterampilan serta mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Menurut Kevin yang juga merupakan Founder dan CEO Traxist Travel serta PT Dasatu Prima Indonesia, menjadi wirausahawan tidak harus dimulai dengan modal besar. “Seringkali semuanya berawal dari keterampilan yang berguna, ide kreatif, dan keberanian untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa memiliki ide cemerlang memang mudah, tetapi kunci sukses terletak pada kemampuan mengeksekusinya dengan tepat.
Selain itu, Kevin mengingatkan bahwa kepercayaan diri bagi generasi muda bukanlah sesuatu yang muncul secara instan. Kepercayaan diri harus dibangun secara bertahap melalui proses pembelajaran dan pengalaman.Dialog para pemimpin muda dunia ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari 18 negara termasuk Zambia, Indonesia, Selandia Baru, Italia, Spanyol, Sri Lanka hingga Australia dan Algeria.Delegasi Indonesia terdiri dari Kevin Alwino bersama Novita Cheria Winoto mewakili PPIT.
Pertemuan internasional ini menjadi wadah strategis bagi para pemuda lintas negara untuk berbagi gagasan sekaligus memperkuat jaringan persahabatan demi masa depan yang lebih terampil dan inovatif.










