Jakarta – PT KAI (Persero) mencatat lonjakan signifikan dalam penjualan tiket kereta api selama periode arus balik Lebaran 2026. Puncak penjualan terjadi pada 22 Maret 2026, dengan 242.773 tiket terjual, menandai mobilitas tertinggi masyarakat menggunakan kereta api.
Tingkat okupansi pada tanggal tersebut mencapai 150,7 persen, mengindikasikan adanya penumpang yang menggunakan tiket berdiri. Hingga 23 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, total 4.028.839 tiket kereta api jarak jauh dan lokal telah terjual, setara dengan 89,6 persen dari total kapasitas 4.498.696 kursi yang disediakan selama periode 11 Maret–1 April 2026.
Meskipun demikian, KAI masih menyediakan 469.857 tempat duduk untuk berbagai rute, dan masyarakat yang belum memiliki tiket diimbau untuk segera memesan. Penjualan tiket kereta api jarak jauh mendominasi dengan 3.507.988 tiket terjual. Dengan total kapasitas 3.571.760 kursi, okupansi kereta api jarak jauh mencapai 98,2 persen, menyisakan hanya 63.772 kursi.
Beberapa kereta api menjadi favorit masyarakat selama periode Lebaran 2026, di antaranya KA Airlangga, KA Johlosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 520.851 lembar hingga 23 Maret 2026. KAI menyediakan total 926.936 kursi untuk kereta api lokal, sehingga masih tersedia 406.085 kursi.
KAI menjelaskan bahwa penjualan tiket kereta api lokal cenderung meningkat menjelang hari keberangkatan karena pemesanan baru dibuka mulai H-7. Berikut rincian okupansi harian kereta api jarak jauh selama periode Lebaran 2026: 11 Maret: 101.617 pelanggan (63,7 persen); 12 Maret: 126.208 pelanggan (79,2 persen); 13 Maret: 165.675 pelanggan (101,4 persen); 14 Maret: 185.873 pelanggan (113,7 persen); 15 Maret: 180.836 pelanggan (110,6 persen); 16 Maret: 173.753 pelanggan (106,3 persen); 17 Maret: 191.413 pelanggan (117,1 persen); 18 Maret: 205.842 pelanggan (125,9 persen); 19 Maret: 196.324 pelanggan (120,1 persen); 20 Maret: 167.659 pelanggan (104,6 persen); 21 Maret: 193.583 pelanggan (120,2 persen); 22 Maret: 242.773 pelanggan (150,7 persen).










