Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kapasitas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) ke standar internasional guna memperkuat akurasi deteksi penyakit menular dan skrining kanker.
Kepala Labkesda Kalimantan Selatan, Arlan Prabowo, mengungkapkan pihaknya kini mengoperasikan ruang laboratorium berstandar Biosafety Level 2 Plus (BSL 2+). Fasilitas ini dirancang untuk mengoptimalkan pemeriksaan berbasis teknologi Polymerase Chain Reaction (PCR).
Arlan menjelaskan, "Layanan biologi molekuler yang kami kembangkan tidak lagi terbatas pada pemeriksaan Covid-19, tetapi telah diperluas untuk kebutuhan diagnosis penyakit lainnya."
Salah satu layanan unggulan yang kini tersedia adalah pemeriksaan HPV DNA untuk skrining kanker serviks. Program ini menjadi prioritas pemerintah daerah dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular.
Selain kanker, laboratorium ini juga telah mampu melakukan pemeriksaan PCR untuk mendeteksi tuberkulosis (TB). Arlan menyebut, volume sampel pemeriksaan terus meningkat seiring kolaborasi pengiriman spesimen dari pemerintah kabupaten/kota.
Guna menjamin kualitas layanan, pemerintah daerah telah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Laboratorium ini diawaki oleh dokter spesialis mikrobiologi klinik sebagai penanggung jawab, serta didukung tenaga analis yang telah menjalani pelatihan khusus biologi molekuler.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan laboratorium guna mendeteksi berbagai jenis penyakit lainnya secara lebih presisi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat akurasi deteksi penyakit menular dan skrining kanker dengan meningkatkan kapasitas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) ke standar internasional.
Arlan Prabowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengoperasikan ruang laboratorium berstandar Biosafety Level 2 Plus (BSL 2+). Fasilitas ini dirancang untuk mengoptimalkan pemeriksaan berbasis teknologi Polymerase Chain Reaction (PCR).
Arlan menjelaskan, layanan biologi molekuler di laboratorium tersebut kini tidak lagi terbatas pada pemeriksaan Covid-19. Cakupan layanan telah diperluas untuk mendiagnosis berbagai penyakit lainnya secara lebih presisi.
Salah satu layanan unggulan yang kini beroperasi adalah pemeriksaan HPV DNA untuk skrining kanker serviks. Program ini menjadi prioritas pemerintah daerah dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular.
Selain kanker, laboratorium ini juga mampu melakukan pemeriksaan PCR untuk mendeteksi tuberkulosis (TB). Seiring dengan perluasan layanan tersebut, volume sampel pemeriksaan terus meningkat berkat kolaborasi pengiriman spesimen dari pemerintah kabupaten/kota.
Guna menjamin kualitas layanan, pemerintah daerah telah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Laboratorium ini dipimpin oleh dokter spesialis mikrobiologi klinik dan didukung oleh tenaga analis yang telah menjalani pelatihan khusus di bidang biologi molekuler.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan laboratorium guna mendeteksi berbagai jenis penyakit lainnya secara lebih akurat.











