Aceh Tamiang – Khairul Jasmi menyaksikan langsung situasi di Kuala Simpang dan sekitarnya pascabanjir, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara).
Menurutnya, pemilihan lokasi huntara yang jauh dari Sungai Tamiang sudah tepat, mengingat topografi daerah yang datar.
Khairul Jasmi, yang memiliki pengalaman dalam pembangunan huntara di Sumatera Barat, menilai huntara di Aceh Tamiang adalah yang terbaik. "Ini dibangun oleh BUMN Karya di bawah kendali Danantara," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa huntara tersebut memiliki tiang besi, jeriau kuat, dinding yang kokoh, dan ruangan yang lega, menyerupai rumah di sebuah kompleks. Setiap huntara dilengkapi dua dipan, layak untuk keluarga yang terdiri dari suami istri dan anak-anak.
Khairul Jasmi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada keluhan mengenai huntara tersebut. Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada para insinyur, mandor, dan tukang yang bekerja siang malam untuk korban banjir.
Menanggapi komentar tentang lambatnya penanganan bencana di Aceh Tamiang dibandingkan Sumatera Barat, Khairul Jasmi menjelaskan bahwa hal ini disebabkan wilayah terdampak yang lebih luas.
Khairul Jasmi mengaku masih membayangkan warga terdampak banjir, mengingat pengalamannya sendiri di masa lalu.











