Jakarta – Pemerintah mengakui bahwa injeksi dana sebesar Rp 200 triliun kepada bank-bank Himbara belum memberikan dampak optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa suntikan likuiditas ke perbankan belum sepenuhnya memacu laju perekonomian. Kebijakan pengalihan dana dari Bank Indonesia (BI) ke enam bank Himbara ini telah berjalan sejak 12 September 2025. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk memacu kredit sektor riil dan menggerakkan roda perekonomian.

Purbaya menilai bahwa kebijakan ini memberikan dampak positif dalam menahan laju perlambatan ekonomi pada sembilan bulan pertama tahun 2025. "Dampak kebijakan injeksi uang yang kami taruh di sistem perbankan, itu enggak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Ekonomi harusnya lari lebih cepat," ungkap Purbaya di kantornya, Rabu (31/12/2025).

Lebih lanjut, Purbaya menuturkan bahwa telah terjadi perbaikan terkait sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia. Ia memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun ini akan mencapai 5,4 persen. Untuk keseluruhan tahun 2025, Purbaya memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen, sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN.

Pemerintah mengalihkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 200 triliun ke lima bank, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI. Suntikan dana ini dilakukan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025.

Setelah penempatan dana, pertumbuhan kredit perbankan pada September 2025 tercatat 7,70 persen, meningkat dari 7,56 persen pada Agustus 2025. Namun, pertumbuhan kredit sempat mengalami penurunan pada Oktober 2025 menjadi 7,36 persen sebelum kembali naik menjadi 7,7 persen pada November 2025.

Pada November 2025, pemerintah kembali menambah suntikan dana sebesar Rp 76 triliun ke sejumlah bank Himbara dan satu Bank Pembangunan Daerah (BPD). Purbaya mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menarik kembali dana sebesar Rp 75 triliun dari total Rp 276 triliun yang disimpan di sistem perbankan.

Meskipun target APBN 2026 hanya 5,4 persen, Menteri Keuangan tetap optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan dapat mencapai 6 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *