Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta klarifikasi resmi dari Meta terkait dugaan kebocoran data pengguna Instagram, menyusul laporan mengenai proses reset kata sandi.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kominfo, Alexander Sabar, mengungkapkan Meta telah memberikan penjelasan terkait isu tersebut. Meta menjelaskan bahwa proses reset kata sandi merupakan mekanisme internal yang berjalan melalui sistem resmi Instagram.

"Tidak ada password pengguna yang dapat diakses atau diperoleh oleh pihak mana pun selain oleh pemilik akun itu sendiri," tegas Alexander Sabar, Jumat (16/1/2026).

Alexander Sabar menyatakan tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan fitur reset password untuk pengambilan data oleh pihak eksternal. Meski demikian, pendalaman lebih lanjut masih berlangsung dan hasilnya akan menjadi dasar evaluasi lanjutan oleh Kominfo.

Instagram sendiri menyatakan tengah melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data yang dikaitkan dengan laporan pihak ketiga. Investigasi ini bertujuan untuk memastikan keabsahan isu tersebut.

Alexander Sabar menegaskan, pemanggilan dan klarifikasi terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) merupakan kewenangan Kominfo, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 71 Tahun 2019.

"Pemanggilan terhadap Meta terkait isu ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam melindungi data pribadi masyarakat dan menjaga keamanan ruang digital nasional," ujarnya.

Kominfo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan akun digital masing-masing.

"Kami akan terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah yang diperlukan guna memastikan keamanan sistem elektronik serta pelindungan data pribadi masyarakat," pungkas Alexander Sabar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *