Semarang – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menetapkan industri kreatif sebagai laboratorium utama untuk pengembangan program magang nasional. Langkah ini bertujuan memperluas penciptaan lapangan kerja dan membekali peserta dengan keterampilan relevan di sektor yang dinamis.

Kebijakan ini disampaikan Yassierli saat meninjau program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3). Kunjungan ini memastikan model pembelajaran kerja di sektor kreatif memberikan pengalaman dan kesiapan kerja yang mumpuni bagi peserta.

Yassierli menilai industri kreatif memiliki karakteristik unik yang menuntut kemampuan adaptasi, kreativitas, kolaborasi, dan ketepatan eksekusi. Hal tersebut menjadikan sektor ini sebagai ruang pembelajaran ideal untuk menguji dan memperkaya model magang nasional di luar sektor konvensional.

"Industri kreatif merupakan sektor yang perlu didukung karena dapat membuka lapangan kerja dan menumbuhkan industri di Indonesia. Kami melihat ini sebagai sesuatu yang positif," ujar Yassierli dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, saat ini terdapat 700 mitra penyelenggara pemagangan nasional di Jawa Tengah dengan total 8.518 peserta. Khusus di Kota Semarang, tercatat 153 mitra yang menampung 1.687 peserta magang.

Pemerintah merancang program magang nasional ini untuk memberikan pengalaman kerja nyata yang disertai pendampingan mentor. Peserta akan menjalani masa magang selama enam bulan dengan sistem pencatatan aktivitas harian sebagai bagian dari evaluasi perkembangan kompetensi.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah berharap peserta tidak hanya sekadar menjalani masa magang, tetapi juga mengalami peningkatan keterampilan yang terukur dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *