Jakarta – Pemerintah memberikan jaminan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman, menyusul isu potensi gangguan pasokan energi. Masyarakat diimbau untuk tidak panik serta menghindari pembelian BBM secara berlebihan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok BBM dalam negeri mencukupi kebutuhan selama 23 hari ke depan. "Stok kita itu dalam kondisi yang aman. 23 hari, enggak perlu ada panic buying," ujar Bahlil usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Imbauan ini dikeluarkan menyusul laporan mengenai panic buying BBM yang terjadi di beberapa daerah, seperti Jember, Medan, dan Aceh. Masyarakat bergegas membeli BBM setelah muncul isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik global di Asia Barat.
Bahlil menjelaskan bahwa ketersediaan BBM untuk lebih dari 20 hari tersebut merupakan stok yang tersimpan di tangki penyimpanan. Proses produksi dan distribusi BBM terus berjalan, tambahnya. "Tapi kan produksi terus, kami produksi terus dan ada masuk terus," ujarnya.
Industri BBM dalam negeri tetap beroperasi dan impor minyak dari luar negeri tidak mengalami kendala, tegas Bahlil. Menurutnya, konflik di kawasan Asia Barat memiliki dampak terbatas pada stok BBM nasional karena Indonesia hanya mengimpor minyak mentah dari wilayah tersebut.
Indonesia memiliki sumber BBM lain dari negara-negara Asia Tenggara dan produksi dalam negeri, lanjut Bahlil.










