Jakarta – Pemerintah proaktif mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi yang diproyeksikan mencapai 40 persen selama libur Lebaran 2026. Fokus utama adalah penguatan infrastruktur jaringan 4G dan 5G di seluruh Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) untuk menyampaikan notifikasi bencana melalui SMS blast dan siaran TV digital kepada masyarakat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkominfo), Ismail, menyampaikan perkiraan tersebut pada hari Jumat, 13 Maret 2026.

Ismail menjelaskan bahwa lonjakan trafik ini disebabkan oleh libur Lebaran yang berlangsung selama dua minggu dan implementasi kebijakan bekerja dari mana saja (WFA) oleh sejumlah perusahaan.

Pemerintah berkolaborasi dengan berbagai operator seluler untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga selama periode libur Lebaran.

Satuan tugas khusus akan disiagakan di posko pemantauan telekomunikasi mulai tanggal 13 hingga 29 Maret 2026 untuk memantau dan mengatasi potensi gangguan.

"Teman-teman operator seluler sudah mempersiapkan backup plan untuk menambahkan jaringan di daerah-daerah yang rawan terjadinya penumpukan," ujar Ismail.

Pemerintah juga menyiapkan pusat panggilan darurat 112 untuk merespons dengan cepat kebutuhan darurat masyarakat selama periode libur Lebaran.

Layanan ini sudah tersedia di DKI Jakarta dan 190 kabupaten/kota, terintegrasi dengan kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans, serta dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Warga diimbau untuk mengatur layanan TV digital sesuai dengan kode pos domisili masing-masing agar dapat menerima informasi yang relevan dari sistem peringatan dini (EWS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *