Jakarta – Sektor pariwisata Indonesia terancam akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. Pemerintah memperkirakan potensi kerugian devisa negara mencapai Rp 48,3 triliun hingga Rp 56,5 triliun dari 28 Februari hingga 31 Desember 2026.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan, jika konflik berlanjut hingga akhir tahun, Indonesia berisiko kehilangan 1,44 juta hingga 1,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Pernyataan ini disampaikan Widiyanti dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa antara 28 Februari hingga 28 Maret 2026, sebanyak 770 penerbangan dari enam kota di Timur Tengah menuju Indonesia dibatalkan. Kota-kota tersebut adalah Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, Madinah, dan Muscat.

Pembatalan ini mengakibatkan hilangnya 60.752 wisatawan dan kerugian devisa yang signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *