Jakarta – kabar duka menyelimuti dunia literasi Indonesia. Penulis inspiratif, Pipiet Senja, meninggal dunia setelah lama berjuang melawan penyakit talasemia.
Pipiet Senja dikenal luas sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan menjadi inspirasi bagi banyak penulis muda.
Pegiat literasi, Sastri Bakry, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian Pipiet Senja. Ia menganggap Pipiet sebagai guru yang membuka jalannya ke penerbit besar.
“Banyak jasa dan pahalanya untuk saya khususnya dan dunia literasi umumnya,” ungkap sastri.
Sastri mengenang Pipiet sebagai sosok yang ikhlas mendorong penulis lain untuk maju. Ia tidak merasakan persaingan yang sering terjadi di kalangan penulis.
“Pipiet Senja dengan ikhlas mendorong setiap penulis untuk bergerak maju. Tak sedikit pun rasa persaingan ada di dirinya,” kenang Sastri.
Semangat Pipiet Senja tak pernah padam meski harus berjuang melawan penyakitnya. Sastri menceritakan bagaimana Pipiet tetap menyempatkan diri menjadi ketua panitia diskusi bukunya meski kondisinya sedang tidak sehat.
“Semangatnya tak pernah pudar meski berkursi roda,” kata Sastri.
Kepergian Pipiet Senja meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, murid, pembaca, dan penggemarnya. Warisan karyanya akan terus hidup dan menginspirasi banyak orang.











