Pesisir Selatan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mulai mengintensifkan pembersihan fasilitas umum dan perkantoran pasca bencana banjir yang melanda sembilan nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.

Langkah tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi Tim Terpadu yang dipimpin oleh Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, di Kantor Wali Nagari Sungai Pinang Tapan pada Minggu (11/10/2026) malam.

Risnaldi Ibrahim menekankan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang menanti proses penandatanganan surat penetapan status tanggap darurat.

Status tersebut nantinya akan berlaku selama tujuh hari, namun durasinya dapat disesuaikan kembali berdasarkan situasi di lapangan.

Dalam rapat tersebut, Risnaldi Ibrahim menginstruksikan para wali nagari dan camat agar segera melakukan finalisasi data warga terdampak secara mendetail.

“Kita minta untuk dapur umum menjadi tanggung jawab Dinsos, dan koordinator lapangan oleh camat,” tegas Risnaldi Ibrahim.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa jika SK tanggap darurat telah diterbitkan, maka kegiatan belajar mengajar akan diliburkan sementara.

“Untuk besok kegiatan difocuskan pembersihan fasilitas sarana dan prasarana umum dan perkantoran. Tugas telah ditentukan dan telah dibagi untuk bisa dilaksanakan,” ujar Risnaldi Ibrahim.

Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, S.STP., M.M., melaporkan bahwa bencana banjir telah berdampak pada 3.421 jiwa atau 307 kepala keluarga.

Selain itu, banjir juga merusak 10 masjid, 10 mushola, serta sejumlah fasilitas PAUD dan sekolah.

Di Nagari Gambir Sako Tapan, sebanyak 243 jiwa dari 81 kepala keluarga dilaporkan terisolasi akibat akses jalan yang tertutup material longsor di tiga titik.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Ilham Rachmadsyah Putra, S.STP., memastikan pihaknya telah menyiagakan dapur umum dengan 20 personel di Kantor Wali Nagari Sungai Pinang.

Ia berharap data dari nagari segera rampung agar petugas dapat segera menyiapkan kebutuhan pangan warga.

Untuk mempercepat penanganan, Kapolsek BAB Tapan, Iptu Usman Kamal, SH.,MH, menyatakan akan mengerahkan bantuan personel dari Polsek Lunang Silaut dan Polsek Pancung Soal.

Dukungan serupa juga datang dari Danramil 01/Pancung Soal yang mendapatkan tambahan 56 personel dari Yon TP 897 Singgalang untuk membantu tim terpadu di lapangan.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Pessel Darmansyah, Dandim 0311/Pessel Letkol Inf. Yudi Eka Pratama, M.Han, serta jajaran terkait lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *