Ghana – Evans Eshun, alias Ebo Noah, ditangkap Kepolisian Ghana pada malam Tahun Baru, 31 Desember 2025, terkait penyebaran informasi yang menimbulkan ketakutan akan kiamat berupa banjir bandang. Pria berusia 30 tahun itu sebelumnya mengklaim banjir bandang akan berlangsung selama tiga tahun.
Ebo Noah menyerukan pengikutnya menyumbangkan dana untuk membangun bahtera modern sebagai persiapan bencana. Pada Agustus 2025, ia mengaku diperintahkan Tuhan membangun 10 kapal kayu menyelamatkan umat manusia dari banjir bandang.
Selama berbulan-bulan, ia mengunggah video mengawasi pembangunan kapal tersebut. Kontroversi muncul setelah laporan menuduh donasi digunakan membeli Mercedes-Benz, memicu kemarahan publik.
Ketika banjir bandang yang diramalkan tidak terjadi pada 26 Desember 2025, Ebo Noah bersikeras bahwa doa dan puasanya selama tiga minggu telah membujuk Tuhan menunda kiamat.
"Tuhan menyatakan diri untuk menebus. Saya telah berdoa. Saya telah berpuasa. Saya telah berdonasi. Dan saya telah membangun. Melalui doa-doa saya, saya menerima penglihatan lain," ujarnya.
Beberapa hari kemudian, ia muncul di konser rapper Ghana, Sarkodie, mengajak penonton merayakan karena akhir dunia ditunda. Insiden ini memicu perdebatan publik di Ghana mengenai ramalan kiamat, pengaruh tokoh agama gadungan, dan penggunaan sumbangan atas nama keyakinan.
Hingga saat ini, Kepolisian Ghana belum mengungkapkan dakwaan yang mungkin dihadapi Evans Eshun alias Ebo Noah, atau apakah dirinya telah didakwa secara resmi.











