Padang – Semangat Sumpah Pemuda dinilai harus bertransformasi dari sekadar seremoni menjadi aksi nyata dalam kehidupan berbangsa oleh generasi muda saat ini.
Penasehat Jemaah Syattariyah wilayah Sumbar, Riau, Jambi, dan Bengkulu, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan penentu utama masa depan bangsa di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa bersejarah yang diperingati melalui upacara, pidato, atau unggahan di media sosial, melainkan komitmen kebangsaan yang harus terus diterjemahkan menjadi tindakan nyata,” tegasnya.
Leonardy menyoroti pentingnya etika sebagai fondasi bagi setiap pemimpin muda.
Ia berpendapat bahwa kecakapan intelektual tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan kejujuran, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan.
Menurutnya, jabatan hanyalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan integritas, bukan sebagai sarana untuk memenuhi ambisi pribadi.
“Jangan mengukur keberhasilan kepemimpinan hanya dari seberapa tinggi posisi yang diraih, namun ukurlah dari manfaat yang diberikan dan keteladanan yang ditinggalkan,” ujarnya.
Dalam konteks kebangsaan, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan atau pilihan politik tidak menjadi pemicu perpecahan.
Persatuan, menurutnya, membutuhkan kedewasaan dalam menerima perbedaan serta keberanian untuk menyampaikan kritik secara bertanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila yang harus diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari, seperti menolak diskriminasi dan perundungan.
Leonardy menambahkan bahwa pembentukan karakter pemuda juga perlu berakar pada nilai luhur budaya, seperti falsafah Minangkabau yang menyeimbangkan antara ilmu, adat, dan agama.
Ia mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pengkritik, tetapi berani turun tangan menawarkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.
“Masa depan Indonesia tidak cukup dibangun oleh generasi yang pandai berbicara tentang cita-cita, tetapi oleh mereka yang bersedia bekerja dan menjaga kepercayaan,” tutupnya.











