Paris – Sciences Po Saint-Germain, universitas terkemuka di Prancis, membuka program diploma yang menggabungkan mahasiswa reguler dengan agen intelijen aktif. Program ini bertujuan untuk melatih calon mata-mata dan memberikan pelatihan berkelanjutan bagi agen yang sudah bertugas.

Program Diploma Intelijen dan Ancaman Global ini merupakan hasil kerja sama dengan Academie du Renseignement, lembaga pelatihan dinas intelijen Prancis.

Profesor Sciences Po Saint-Germain, Xavier Crettiez, mengakui bahwa ia sering tidak mengetahui nama asli mahasiswanya. "Saya jarang mengetahui latar belakang agen intelijen ketika mereka dikirim mengikuti pelatihan, dan saya ragu nama-nama yang diberikan kepada saya itu asli," ujarnya.

Program ini lahir dari permintaan pemerintah Prancis satu dekade lalu, setelah serangan teroris di Paris pada 2015. Pemerintah melakukan perekrutan besar-besaran di badan intelijen dan meminta Sciences Po Saint-Germain membuat kurikulum baru.

Perusahaan-perusahaan besar Prancis juga tertarik mengirimkan staf keamanan mereka ke kursus ini atau merekrut lulusan muda.

Diploma ini terdiri dari 120 jam pembelajaran di kelas dengan modul yang tersebar selama empat bulan. Biaya untuk mahasiswa eksternal, termasuk mata-mata dan peserta magang dari perusahaan, mencapai Rp97,6 juta (5 ribu Euro).

Tujuan utama kursus ini adalah mengidentifikasi ancaman di mana pun mereka berada, serta cara melacak dan mengatasinya. Topik-topik utama meliputi ekonomi kejahatan terorganisir, jihadisme Islam, pengumpulan intelijen bisnis, dan kekerasan politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *