Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2026, sebagai respons terhadap potensi lonjakan pemudik dan kondisi jalur utama yang belum pulih pascabencana 2025.
Sistem satu arah berlaku pukul 10.00-14.00 WIB untuk rute Padang-Bukittinggi, dan pukul 14.00-18.00 WIB untuk rute Bukittinggi-Padang. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan rekayasa ini adalah hasil evaluasi lapangan.
"Keselamatan adalah prioritas, kelancaran mengikuti," tegas Mahyeldi, Kamis (26/2/2026), menambahkan bahwa tekanan lalu lintas diperkirakan meningkat saat puncak mudik dan libur Lebaran, terutama pada H+1 hingga H+5.
Kementerian Perhubungan mendukung langkah Pemprov Sumbar. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.
"Kita ingin masyarakat tetap bisa mudik dengan aman dan nyaman. Koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci," ujar Dudy.
Kapasitas jalur alternatif terbatas karena jalur Lembah Anai masih dalam tahap pembangunan, dan ruas Sicincin-Malalak belum dapat digunakan akibat kerusakan pascabencana.
Kondisi ini menyebabkan konsentrasi kendaraan di koridor Padang-Bukittinggi. "Artinya, ruang manuver kita dalam pengaturan lalu lintas menjadi lebih terbatas. Karena itu, langkah antisipatif mesti disiapkan lebih awal dan lebih terukur," pungkas Mahyeldi.











